Hadapi Arus Mudik Lebaran 2018, 32 Mobile Reader Disiagakan di Tol Banyumanik

Jelang mudik 2018, PT Trans Marga menyiapkan 32 mobile reader di gerbang Tol Banyumanik, Kota Semarang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya tumpukan kendaraan di pintu Tol saat mudik Lebaran nanti.

Hadapi Arus Mudik Lebaran 2018, 32 Mobile Reader Disiagakan di Tol Banyumanik
Petugas melayani pengguna kendaraan menggunakan mobile reader (GndOto.com)

Inibaru.id – PT Trans Marga Jateng selaku pengelola tol Semarang-Solo menyiapkan 32 mobile reader di gerbang Tol Banyumanik, Kota Semarang. Penyiapan mobile reader ini bertujuan untuk mengantisipasi tumpukan kendaraan di pintu Tol Banyumanik saat arus mudik Lebaran 2018 yang diperkirakan bakal meningkat.

Peningkatan kendaraan tersebut disinyalir karena Tol Trans Jawa sudah mulai dibuka pada Lebaran tahun ini. Hal itu membuat Tol Semarang akan padat karena menjadi tumpuan dari jalur Tol Batang-Semarang dan jalur Tol Semarang-Solo. Untuk mengurai kemacetan itu, PT Trans Marga menyiapkan mobile reader.

“Dengan menggunakan mobile reader, transaksi pembayaran bisa lebih cepat, apalagi kalau nanti sudah ada antrean panjang. Kalau memang masih macet dan mencapai 2 kilometer, akan kami alihkan ke jalur umum,” kata Manajer Operasional PT Trans Marga Semarang Fauzi Abdulrahman seperti ditulis Aktual.com, Sabtu (26/5/2018).

Mobile reader merupakan alat yang digunakan untuk menjemput transaksi pengguna Tol. Alat ini akan dibawa petugas untuk menghampiri kendaraan yang mengantre di pintu Tol. Nah, pengendara hanya perlu memberikan kartu Tol kepada petugas untuk diproses menggunakan mobile reader itu. Lebih simpel ya, Millens.

Selain mobile reader, PT Trans Marga Jateng juga bakal memberlakukan rekayasa agar gerbang Tol nggak terlalu macet. Rekayasa itu yakni penerapan sistem satu tarif pada tiga seksi jalan Tol di Semarang. Tiga seksi tersebut adalah seksi A (Jatingaleh-Krapyak), seksi B (Jatingaleh-Srondol), dan seksi C (Jatingaleh-Kaligawe).

Di sisi lain, Polda Jateng juga berupaya agar tarif Tol bisa dibebaskan jika kondisi macet parah.

“Kita usulkan agar di Manyaran digratiskan jika dalam kondisi macet tertentu. Ya misalnya kalau macet sudah sepanjang apa, langsung digratiskan demi kemanusiaan. Selain Manyaran, gerbang tol seperti Jatingaleh dan Banyumanik kami harapkan bisa melakukan hal serupa,” ungkap Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Pol Bacharudin Muhamad Syah, Tribunjateng.com, Rabu (18/4)

 Semoga dengan adanya beberapa cara itu, arus mudik Lebaran nanti gerbang Tol di Semarang nggak terlalu macet ya. (IB15/E04)