Pernikahan dengan Mahar Ayam Ingkung? Ada!

Pernikahan dengan Mahar Ayam Ingkung? Ada!
Pernikahan dengan mahar ayam ingkung. (Joglojateng)

Ada banyak mahar pernikahan yang unik dan nggak biasa. Namun, mungkin nggak ada yang seunik pernikahan dengan mahar ayam ingkung di Bantul, DIY, ini, Millens.

Inibaru.id – Ada banyak jenis mahar unik yang dipakai untuk pernikahan. Meski begitu, mahar yang satu ini lain dari yang lain. Bagaimana nggak, ada yang menikah dengan mahar ayam ingkung, lo.

Ayam ingkung sering dipakai dalam ritual tradisional di Indonesia berupa ayam utuh yang telah dibumbui. Bagian jeroannya juga ikut dimasak di dalamnya, Millens.

Sebagai informasi, pernikahan dengan mahar ayam ingkung ini dilakukan empat pasang pengantin yang menikah di Joglo Pring Waroeng nDesso, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (22/3/2022). Sebenarnya sih, nggak hanya ayam ingkung yang dijadikan mahar, melainkan juga seperangkat alat salat.

Acara pernikahan ini digelar bersamaan oleh Forum Golek Garwo Fortais dan Nikah bring Nasional. Dari namanya saja, sudah jelas ya kalau tujuan komunitas ini menjadi wadah bagi orang yang pengin menemukan jodoh.

“Selain ajang nikah, juga punya ajang pencarian jodoh. Dalam hal ini mungkin sudah ada 16 ribu pasangan yang kita jodohkan,” ujar Ketua Forum Ryan Budi Nuryanto, Selasa (22/3).

Forum ini juga menyediakan paket pernikahan, termasuk prosesi ijab yang unik dan ritual khas Jawa, contoh; kirab manten dengan membawa ingkung dan kendi (wadah air minum dari tanah liat), cucuk lampah srikandi (ritual tarian pembuka jalan bagi pengantin yang akan memasuki tempat resepsi). Seru ya?

Ayam ingkung, penganan penuh filosofi yang sering disajikan di ritual tradisional Jawa. (Instagram/foodjogja)
Ayam ingkung, penganan penuh filosofi yang sering disajikan di ritual tradisional Jawa. (Instagram/foodjogja)

Lantas, mengapa ayam ingkung dijadikan mahar? Jadi, makanan ini adalah kuliner khas Bantul. Selain itu, keberadaannya juga punya nilai filosofi tersendiri.

“Ingkung ayam Jawa mengandung filosofi, yaitu dalam Bahasa Jawa Kuno manekung, memanjatkan doa kepada Allah,” lanjut Ryan.

Ayam Ingkung Sering Disajikan di Ritual-Ritual Penting

Ayam ingkung memang identik dengan tradisi selamatan orang Jawa. Bahkan, menurut Agus Sunyoto dalam bukunya Atlas Walisongo, hidangan ini sudah dikenal sejak orang Jawa belum mengenal agama yang dibawa pendatang.

“Agama asli Nusantara atau agama kapitayan, sudah ada ayam tu-kung sebagai salah satu sesaji yang kemudian kita kenal sebagai ayam ingkung,” ujar Chef Wira Hardiansyah mengungkap isi dari buku tersebut, Rabu (19/8/2020).

Jadi, ayam ingkung dianggap sebagai simbol manusia. Posisi ayam ingkung yang mirip seperti manusia sedang bersimpuh juga dianggap sebagai simbol manusia berdoa kepada Tuhan.

Dengan disajikannya ayam ingkung, diharapkan doa-doa pemilik hajat bisa terkabul.

Kamu tertarik nggak menjadikan ingkung sebagai mahar pernikahan, Millens? (Kom,Jog/IB09/E05)