Pernah Ada Suatu Masa Ketika Mandi 2 Kali Sehari Itu Haram!

Pernah Ada Suatu Masa Ketika Mandi 2 Kali Sehari Itu Haram!
Ilustrasi: Perlengkapan mandi. (Shape Magazine)

Jika saat ini mandi dua kali adalah hal yang lazim, kamu harus tahu fakta bahwa orang Eropa pada abad pertengahan mandi hanya sekali dalam setahun. Mereka lebih senang tubuh mereka dipenuhi kutu karena dianggap sehat!

Inibaru.id – Bagi sebagian banyak orang, mandi sehari dua kali adalah hal yang lumrah. Namun, bagi orang Eropa pada zaman dahulu, mandi bukan merupakan hal yang biasa dilakukan sehari-hari. Hal ini berlaku pada orang-orang Eropa pada abad pertengahan.

Kamu pasti merinding jika mendengar faktanya! Orang-orang di Eropa kalangan tertentu pada abad pertengahan senang memelihara kutu di tubuhnya. Mereka meyakini bahwa kutu pada badan adalah indikator kesehatan. Pasalnya, mereka nggak menemukan kutu pada tubuh orang yang sakit.

Atas keyakinan inilah orang-orang Eropa jarang mandi, termasuk mengganti pakaian. Mereka biasanya mengganti pakaian sekali saja dalam setahun. Hm, kebayang kan berapa kutu yang ada di tubuh mereka?

Kebiasaan jarang mandi ini berlaku bagi seluruh kelas sosial, dari rakyat jelata hingga para bangsawan. Contohnya, adalah Ratu Isabel dari Spanyol. Pernah dikatakan bahwa sang ratu hanya mandi sebanyak dua kali selama hidupnya: saat dilahirkan dan akan menikah. Wah!

Pengaruh Gereja

Permandian romawi di Inggris. Dulu, permandian umum lazim digunakan semua orang. Namun, otoritas Kristen kemudian melarang permandian campur. (Wikimedia)
Permandian romawi di Inggris. Dulu, permandian umum lazim digunakan semua orang. Namun, otoritas Kristen kemudian melarang permandian campur. (Wikimedia)

Sebelum abad pertengahan, permandian umum adalah suatu hal yang lazim. Orang-orang datang ke sana secara teratur untuk mandi. Namun, selama abad ke-4 dan ke-5, otoritas Kristen mengizinkan orang mandi untuk kebersihan dan kesehatan, tapi tidak untuk kesenangan.

Otoritas Kristen kala itu juga melarang perempuan pergi ke permandian umum campur. Akibat hal tersebut dan berbagai pembatasan yang akhirnya muncul, umat kristiani akhirnya dilarang mandi telanjang dan gereja nggak menyetujui pengampunan atas "kebiasaan buruk" ketika mandi ini.

Puncaknya, pada abad pertengahan, otoritas gereja menyatakan bahwa permandian umum menyebabkan percabulan, seks bebas, dan penyakit!

Mandi Dipercaya Menyebabkan Penyakit

Mereka percaya penyakit dapat masuk dari pori-pori. (Acilhow)
Mereka percaya penyakit dapat masuk dari pori-pori. (Acilhow)

Salah satu perjanjian medis abad ke-16 menyebutkan bahwa mandi dengan air dapat menghangatkan tubuh. Namun, juga melemahkan organ dan memperlebar pori-pori. Atas hal ini, orang-orang di banyak bagian Eropa meyakini air dapat membawa penyakit yang masuk melalui pori-pori.

Nggak hanya itu, mereka juga percaya mandi dapat menyebabkan kematian karena infeksi yang masuk melalui pori-pori.

Kebiasaan jarang mandi ini perlahan luntur akibat kebijakan dari gereja yang mengharuskan jemaahnya datang dalam kondisi bersih. Namun, secara umum, orang Eropa mengetahui soal kebersihan dan bebas kutu setelah ditemukannya DDT (diklorodifeniltrikloroetana) yang dapat meghilangkan kutu.

Ehm, kamu termasuk yang suka mandi atau enggan nih, Millens! (Oke/IB27/E03)