Perluas Wawasan tentang Ekonomi Syariah, Medcom dan UAl Gelar Seminar Ekonomi Syariah

Perluas Wawasan tentang Ekonomi Syariah, Medcom dan UAl Gelar Seminar Ekonomi Syariah
Pemimpin Redaksi Medcom.id Abdul Kohar di Auditorium Universitas Al-Azhar, Senin, 10 Desember 2018. (Medcom/ Ade Hapsari Lestarini)

Dalam menghadapi tahun politik yang akan segera datang, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan perekonomian nasional melalui perekonomian syariah. Untuk memperluas pemahaman ini, Medcom.id bekerja sama dengan MES DKI Jakarta dan Universitas Al Azhar mengadakan seminar bertajuk Indonesia Shariah Economic Outlook: Peluang Bisnis Syariah di Tahun Politik 2019.

Inibaru.id – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DKI Jakarta dan Universitas Al Azhar Indonesia bekerja sama dengan Medcom.id menyelenggarakan seminar bertema Indonesia Shariah Economic Outlook: Peluang Bisnis Syariah di Tahun Politik 2019. Acara ini bertujuan untuk memberi gambaran mengenai peluang bisnis syariah di tahun politik yang pasti akan berpengaruh pada peningkatan aktivitas ekonomi.

"Kami berharap momentum tahun politik tidak menganggu pertumbuhan ekonomi," ujar Pemimpin Redaksi Medcom.id Abdul Kohar di Auditorium Universitas Al-Azhar, Senin (10/12/2018).

Pada masa mendatang, ekonomi Syariah di Indonesia memiliki potensi besar untuk bisa terus berkembang. Perkembangan ini tentu juga dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang mencapai 260 juta jiwa. Namun, perkembangan ini mengalami hambatan lantaran para pelaku dan pengambil kebijakan tetap jalan di tempat.

Beberapa industri di Indonesia sudah bergerak dengan skema syariah sehingga ekonomi syariah bukan menjadi hal yang baru. Beberapa sektor ekonomi seperti perbankan, asuransi, perusahaan pembiayaan, hingga pasar modal pun telah memperkenalkan skema ini. Selain itu, bisnis di luar industri keuangan juga belakangan makin marak.

Salah satu contoh bisnis yang mengusung skema ini adalah usaha makanan yang tidak mengandung produk haram atau masuk dalam golongan ekonomi syariah hingga logistik halal. Menurut data dari Bank Indonesia, industri ini diperkirakan sudah tumbuh sekitar 40 persen dari aktivitas ekonomi nasional. Angka ini masih bisa didongkrak jika semua pihak terkait memaksimalkan skema tersebut.

Supaya skema ini bisa berkembang, regulator seperti bank sentral di Indonesia bekerja sama dengan pemerintah sudah menginisiasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Saat ini, sudah ada Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang sedang menyusun strategi supaya potensi ekonomi keuangan syariah bisa ditingkatkan, Millens.

Medcom mengadakan seminar bersama MES DKI Jakarta dan Universitas Al Azhar. (Medcom)

Industri perbankan syariah pada dasarnya memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi sejumlah tekanan. Namun, tentu harus ada upaya bersama untuk menekan sejumlah persoalan yang menghambat agar market share perbankan syariah bisa membesar.

Dengan diadakannya seminar ini, Abdul berharap perbankan syariah mampu mendukung market share yang semakin meningkat di masa depan serta mampu memitigasi risiko.

"Saya harap seminar ini bisa menjembatani kebutuhan untuk perbankan syariah supaya bisa lebih berkembang lagi di masa mendatang," pungkasnya. (IB15/E03)