Tembus Pasar Hollywood, Ini Perjalanan Film Bali: Beats of Paradise

Tembus Pasar Hollywood, Ini Perjalanan Film Bali: Beats of Paradise
Film Bali: Beats of Paradise. (Livi Zheng)

Film Bali: Beats of Paradise karya sutradara Tanah Air Livi Zheng mendapat banyak apresiasi dari luar negeri. Selain laku keras di bioskop Amerika, film ini juga ditayangkan di sejumlah negara. Berikut ulasannya.

Inibaru.id – Film layar lebar berjudul Bali: Beats of Paradise menyita perhatian para penikmat film luar negeri. Film besutan Livi Zheng itu sudah berkelana ke sejumlah bioskop di Asia, Eropa, hingga Amerika. Di Negeri Paman Sam, film itu ditayangkan di sejumlah bioskop dan menuai banyak pujian.

Bali: Beats of Paradise adalah film dokumenter yang mengisahkan kehidupan seniman gamelan, I Nyoman Wenten yang lebih dari 40 tahun hidup dan mengajar gamelan di Los Angeles, Amerika Serikat. Selain mengupas kehidupan Wenten, film ini juga fokus mengenalkan alat musik khas Indonesia gamelan.

Film ini kali pertama diputar pada Academy of Motion Pictures Arts and Sciences yang digelar di Samuel Goldwyn Theater, Beverly Hills, Amerika Serikat pada 7 November 2018. Pada 16 November, film itu diputar di sejumlah bioskop di Amerika.

Sebulan setelahnya, Bali: Beats of Paradise juga ditayang di Walt Disney Animation Studios. Film ini pun ditonton sejumlah produser film ternama seperti Moana hingga Head of Story Frozen.

Baru-baru ini, film yang dibintangi Judith Hill itu juga diputar di bangunan tertinggi di Korea Selatan yakni Observatorium Seoul Sky. Saat ditayangkan pada Selasa (29/1/2019), penonton diberikan suguhan indahnya Bali dan gamelan Bali melalui layar raksasa.

Untuk menonton Bali:Beats of Paradise di bangunan tertinggi itu, penonton harus membayar tiket masuk berkisar antara 27 ribu won hingga 50 ribu Won atau sekitar Rp 345 ribu sampai Rp 640 ribu. Film ini pun menuai pujian dari sejumlah pakar film dan akademisi Korea Selatan.

Bali:Beats of Paradise juga masuk seleksi nominasi Piala Oscar untuk kategori Best Movie, bersaing dengan 347 film hollywood lainnya. Kendati akhirnya nggak lolos masuk nominasi, film karya anak bangsa ini tetap difavoritkan pegiat perfilman dan kritikus film dunia.

Selain berhasil tayang di sejumlah negara, pembuatan film ini juga nggak luput dari kejutan. Salah satu kejutannya adalah sang sutradara berkolaborasi dengan Judith Hill dan Norman Hollyn. Judith Hill merupakan seorang penyanyi terkenal yang pernah mendapatkan penghargaan Best Music Film pada Grammy Awards 2015 lalu.

Wah, bangga nih film karya anak bangsa bisa bersaing di kancah internasional. Kamu sudah nonton filmnya belum, Millens? (IB07/E04)