Performa Bisnis Menurun, GoPro Jual Hak Paten Kamera

Lantaran penghasilan yang terus menurun, GoPro memutuskan untuk menjual hak paten. Hak paten itu dijual ke perusahaan manufaktur Jabil.

Performa Bisnis Menurun, GoPro Jual Hak Paten Kamera
GoPro jual hak paten kamera. (investors.com)

Inibaru.id – GoPro resmi menjual hak paten teknologi kamera dan sensor perangkatnya kepada perusahaan Jabil. Penghasilan yang terjun bebas ditambah target yang nggak pernah tertutup selama dua tahun terakhir menjadi alasan GoPro mantap menjual hak patennya.

Redaksisumbar.com, Senin (26/03/2018), menulis pendapatan GoPro nggak pernah mencapai target. Pada 2016,  penghasilan GoPro hanya mencapai 540 juta dolar AS atau setara dengan Rp 7,2 triliun. Pada tahun yang sama, GoPro juga harus merumahkan tujuh persen pegawainya. Tahun berikutnya GoPro menargetkan penjualan sebesar 470 juta dolar AS tapi hanya terpenuhi 340 juta dolar AS.

Berbagai cara dilakukan GoPro untuk mendongkrak penjualannya. Salah satu strateginya yakni memberlakukan potongan harga pada beberapa produknya. GoPro menjual Hero 6 Black seharga Rp 5,3 juta dari harga normal Rp 6,7 juta. Namun, cara itu juga nggak berhasil menaikkan pendapatannya. Bahkan saham GoPro sempat turun 30 persen setelah dirinya resmi mundur dari industri drone.

Hal itulah yang melatarbelakangi GoPro untuk menjual hak patennya kepada Jabil yang sudah menjalin kerja sama sejak 2014 silam. Kendati membeli hak paten GoPro, perusahaan manufaktur asal Amerika Serikat itu nggak bakal menggunakan merek GoPro lagi. Jabil berencana untuk menggunakan teknologi yang dimiliki GoPro pada produk video konferensi, mobil otonom, dan robotik. (UMU/IF)