Perbaiki Citra, Para Pelajar SMK Bikin Aksi Kreatif di Depan Gedung DPRD Jateng

Perbaiki Citra, Para Pelajar SMK Bikin Aksi Kreatif di Depan Gedung DPRD Jateng
Pelajar SMK ingin perbaiki citra. (Inibaru.id/ Audrian F)

Para pelajar SMK ingin memperbaiki citra mereka atas kericuhan belakangan ini yang melibatkan pelajar. Mereka menyuarakan aksi damai dengan penampilan kreatif dan mengecam keras provokator.

Inibaru.id - Partisipasi para pelajar dalam aksi tolak Omnibus Law nggak berbuah manis. Sebagian dari mereka justru dianggap sebagai biang kerusuhan dan penyulut tindakan vandalistis. Mencoba menepis kesan itu, puluhan siswa SMK di Kota Semarang pada Senin (19/10/2020) melakukan aksi damai. 

Bertempat di depan kantor DPRD Jawa Tengah, mereka menyatakan menolak keras demo vandalistis dan provokasi terhadap pelajar untuk terlibat dalam demonstrasi.

Puluhan siswa SMK itu merupakan gabungan dari SMK N 4 dan SMK N 10 Semarang. Semula, aksi diawali dengan long march dari Taman Indonesia Kaya, kemudian diteruskan dengan memutari Jalan Pahlawan, lalu berhenti di depan kantor DPRD Jawa Tengah.

Di depan kantor, para siswa saling unjuk aksi, mulai dari Drum Corps SMK N 10, Tari Gerakan Cuci Tangan, dan diakhiri dengan rebana dari SMK N 4 Semarang.

Long march Jalan Pahlawan. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Long march Jalan Pahlawan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Delisya, salah seorang siswi SMK N 10 mengungkapkan, dirinya sama sekali nggak setuju apabila ada vandalisme dalam demo yang melibatkan pelajar. Dia kecewa dengan pihak-pihak yang memprovokasi.

“Saya prihatin dengan para pelajar yang diprovokasi ikut demo. Seharusnya pelajar bisa menggunakan cara yang lebih cerdas lagi seperti ini,” ucap Delisya.

Sama dengan Delisya, Irvan Rizki juga menolak keras provokasi terhadap pelajar untuk ikut serta dalam aksi vandalistis yang justru hanya merugikan mereka sendiri.

“Kami nggak mau nama SMK akhirnya jadi jelek karena pelajarnya terprovokasi ikut demo,” kata siswa kelas XII SMK 10 Semarang tersebut.

Dengan membawa kertas beserta curahan hati mereka. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Dengan membawa kertas beserta curahan hati mereka. (Inibaru.id/ Audrian F)

Sementara, koordinator lapangan (Korlap) aksi Sudarto secara tegas mengatakan, dia menolak aksi vandalisme dan provokasi terhadap siswa atau pelajar. Sudarto sebagai anggora komite sekaligus wali murid menyesalkan aksi demo yang ternyata melibatkan banyak siswa.

“Tolong jangan provokasi anak-anak kami, anak kami ingin berprestasi, jangan bunuh anak-anak kami,” tegas Sudarto dalam orasinya.

Demo sah-sah saja, asal cerdas ya, Millens! (Audrian F/E03)