Per 18 Oktober 2019, Lokalisasi Sunan Kuning Semarang Ditutup

Target Kementerian Sosial yang pengin menciptakan Indonesia bebas lokalisasi pada 2019 kembali digerakkan. Kali ini Lokalisasi Sunan Kuning di Semarang mendapat giliran untuk ditutup.

Per 18 Oktober 2019, Lokalisasi Sunan Kuning Semarang Ditutup
Lokalisasi Sunan Kuning. (Tribunnews)

Inibaru.id - Per 18 Oktober 2019, Resosialisasi Argorejo atau lebih dikenal dengan Lokalisasi Sunan Kuning akan ditutup Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Penutupan ini tidak serta merta menghilangkan semua sektor usaha yang ada di dalamnya. Usaha karaoke misalnya, masih diizinkan beroperasi untuk sementara waktu.

Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning membuat ratusan orang kehilangan pekerjaan. Terhitung saat ini di Lokalisasi Sunan Kuning terdapat 475 pekerja. Sebanyak 30 persen di antaranya adalah pekerja seks komersial. Sementara sisanya adalah pemandu lagu.

Berkenaan dengan penutupan ini, Pemkot Semarang akan menyediakan bus untuk para pekerja yang pengin pulang kampung. Selain disediakan bus, Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan pekerja juga akan mendapat tali asih.

“Nanti masing-masing akan ditransfer lewat Bank Jateng sebesar Rp 5 juta” ujarnya seperti ditulis laman Kompas, Rabu (9/10/2019).

Namun, jumlah tersebut dinilai nggak sesuai dengan perjanjian awal. Sebelum ini, ratusan pekerja Lokalisasi Sunan Kuning dijanjikan tali asih sebesar Rp 10,5 juta per orang. Tali asih tersebut berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemkot Semarang. Namun, dana dari Kemensos nggak bisa dicairkan sehingga jumlah tali asih yang diberikan tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Terkait hal tersebut, Pengelola Resosialisasi Argorejo Suwandi mengaku kecewa.

“Menurut saya Rp 5.000.000 itu masih sangat kurang dan terkesan tidak memanusiakan manusia karena dipaksa menerima. Tapi, untungnya anak-anak ngerti kalau memang anggarannya terbatas,” keluhnya dilansir laman Detik, Jumat (11/10).

Lokalisasi Sunan Kuning dibuka sejak 19 Agustus 1966. Pada September 2003, Lokalisasi Argorejo berubah nama menjadi Resosialisasi Argorejo. Perubahan nama tersebut diikuti dengan perubahan lainnya. Salah satunya adalah adanya kegiatan-kegiatan pelatihan kerja agar lambat laun para pekerja diharapkan bisa mencari pekerjaan lain. Sementara itu, nama Sunan Kuning terbentuk karena letak Resosialisasi Argorejo berdekatan dengan Makam Soen An Ing.

Bagaimana pendapatmu tentang penutupan ini, Millens? (MG28/E04)