Baby Lobster Bernilai Ratusan Miliar Rupiah Gagal Diselundupkan

Puluhan ribu ekor baby lobster hasil ditemukan dalam kemasan plastik dan dimasukan ke dalam empat buah koper besar di bagasi pesawat. Punya siapa?

Baby Lobster Bernilai Ratusan Miliar Rupiah Gagal Diselundupkan
Konferensi pers kasus penyelundupan baby lobster (23/2/2018). (Tempo.co)

Inibaru.id – Sebanyak 71.982 ekor baby lobster yang akan diselundupkan ke Singapura berhasil diamankan jajaran petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (22/2/2018). Lobster hasil selundupan itu ditemukan sudah dalam kemasan plastik dan di masukan ke dalam empat buah koper besar.

Saat itu, petugas yang mendapat kabar mengenai penyelundupan baby lobster segera melalukan pemeriksaan secara menyeluruh di pesawat Lion Air JT 0162 tujuan akhir Singapura, sebagaimana ditulis Kompas.com, Jumat (23/2).

Melalui konferensi pers, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indarwati, menceritakan kronologis pengungkapan kasus penyelundupan baby lobster itu. Dia menjelaskan, awalnya petugas nggak menemukan baby lobster di bagasi penumpang. Namun, setelah ditelusuri ke bagasi lambung pesawat hingga barang bawaan kabin, bungkusan-bungkusan baby lobster itu berhasil ditemukan.

Baca juga:
Ketika Separuh Tamu Undangan Terkubur Longsor di Purbalingga
Investasi Triliunan Saudi untuk Industri Hiburan

Setelah dilacak, keempat koper tersebut merupakan milik empat orang yang diduga sebagai kurir berinisial YYA, AJ, PF, dan MRW. Selain itu, ada pula PMW yang diduga berperan sebagai orang yang melakukan kontrol jaringan penyelundupan.

Hampir Rugi Ratusan Miliar

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, jika penyelundupan berhasil dilakukan, Indonesia bisa mengalami kerugian yang amat besar karena penyelundupan baby lobster ini bisa mencapai ratusan miliar rupiah.

“Kalau dihitung, seekor baby lobster dibeli Vietnam cuma Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu. Namun, kalau ia sebesar satu atau setengah kilogram saja, harga per lobster mutiara sudah Rp 2 juta, minimum Rp 1,5 juta perkilogramnya,” jelasnya, seperti ditulis Kompas.com, Jumat (23/2).

Lebih lanjut, Susi menaksir, jika 35 ribu ekor lobster berhasil hidup di alam dari total 70 ribu ekor lobster, ketika ukurannya menjadi 1,5 kilogram akan menghasilkan total 175 ribu kilogram, yang nilainya hampir setara dengan Rp 175 miliar atau 17,5 juta dolar AS.

Baca juga:
Film Unggulan Oscar Dituding Menjiplak
Mengintip Perjalanan Startup di Indonesia

Sementara, pihak Direktorat Bea dan Cukai menaksir, andaikan nggak terungkap, kerugian dari kasus ini akan mencapai sekurangnya Rp 14,4 miliar rupiah. Adapun sesuai dengan Peraturan Menteri Perikanan dan Kelautan, benih lobster adalah hasil laut yang dilarang ditangkap. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kelestarian lobster di alam sekaligus mencegah eksploitasi lobster secara berlebihan.

Nah, atas percobaan penyelundupan ini, para pelaku terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. Nah! (MEI/GIL)