Penyakit Jantung Dominasi Penyebab Meninggalnya Jemaah Haji Asal Indonesia

Penyakit Jantung Dominasi Penyebab Meninggalnya Jemaah Haji Asal Indonesia
Jamaah haji melakukan tawaf di Masjidil Haram. (Detik.com/Fuad Fariz)

Tercatat 63 jemaah haji meninggal dunia menjelang lima hari puncak pelaksanaan haji. Sebanyak 33 kasus atau 56,89 persen di antaranya meninggal karena penyakit jantung.

Inibaru.id - Berdasarkan laporan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah, Arab Saudi, hingga 14 Agustus 2018, jemaah haji yang meninggal mencapai 63 orang. Penyakit jantung menjadi penyebab yang mendominasi meninggalnya para jemaah haji yakni dengan 33 kasus atau 56,89 persen.

"Karena itu, dokter spesialis jantung Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah bersama Tim Promotif Preventif (TPP) terus melakukan edukasi kepada jamaah berisiko tinggi penyakit jantung," jelas Direktur KKHI Mekah Nirwan Satria, dilansir Medcom.id, Selasa (14/8/2018).

Nirwan menjelaskan jemaah yang memiliki risiko tinggi penyakit jantung sudah dibekali obat dari Indonesia. Mereka diminta tetap meminum obat tersebut agar kondisinya nggak menurun.

"Kami nggak pengin jumlahnya terus bertambah. Jadi, jemaah yang sudah dibekali obat dari Indonesia harus tetap meminumnya," ujar Nirwan.

Kendati penyakit jantung nggak bisa disembuhkan, tim medis masih bisa mencegah penyakit jantung dengan menghilangkan pencetusnya.

"Untuk membedakan antara jemaah berisiko dengan yang tidak, mereka ditandai dengan gelang berwarna oranye atau buku KKJH berwarna oranye," ungkap salah seorang petugas KKHI Mekah Meity Ardiana.

Mengenai penanganan jemaah haji yang meninggal, Kementerian Agama menjamin prosesi badal haji untuk para almarhum/almarhumah.

Semoga jemaah haji dari Indonesia selalu diberi kesehatan hingga kepulangan mereka ke Indonesia ya, Millens. (MG12/E04)