Penunjukan Ruangguru sebagai Mitra Kartu Pra Kerja Dipertanyakan, Belva Devara Angkat Bicara

Penunjukan Ruangguru sebagai Mitra Kartu Pra Kerja Dipertanyakan, Belva Devara Angkat Bicara
Belva Devara angkat bicara tentang penunjukan Ruangguru sebagai mintra Kartu Pra Kerja. (JPNN)

Penunjukan platform Ruangguru yang didirikan Staf Khusus Kepresidenan Belva Devara sebagai mitra Kartu Pra Kerja dipertanyakan masyarakat. Diduga, ada konflik kepentingan dalam proses tersebut. Belva Devara pun memberikan klarifikasi terkait hal ini.

Inibaru.id – Platform Ruangguru dinyatakan sebagai salah satu mitra Kartu Pra Kerja yng diluncurkan Presiden Joko Widodo. Penunjukkan ini memicu polemik. Banyak masyarakat yang menduga adanya konflik kepentingan mengingat pendirinya Adamas Belva Syah Devara adalah anggota Staf Khusus Kepresidenan.

Menanggapi tudingan in, Belva pun angkat bicara. Melalui akun Twitternya, dia mengaku nggak pernah terlibat dalam rapat penentuan yang menunjuk Skill Academy, anak perusahaan Ruangguru menjadi salah satu mitra Kartu Pra Kerja. Belva memastikan bahwa Ruangguru bersama dengan tujuh mitra Pra Kerja lainnya sudah mengikuti proses seleksi mitra sejak akhir 2019.

Seleksi tersebut dibuka untuk umum. Namun, kebijakan penentuan perusahaan mitra Kartu Pra Kerja  sepenuhnya diambil Kemenko Perekonomian dan Manajemen Pelaksana (Kemenko PMO).

Dapat dicek di semua daftar hadir rapat mengenai Pra Kerja bersama Kemenko dan PMO, saya tidak pernah hadir,” tulis Belva.

Skill Academy merupakan anak perusahaan Ruangguru miliki Belva Devara. (Twitter/BelvaDevara)
Skill Academy merupakan anak perusahaan Ruangguru miliki Belva Devara. (Twitter/BelvaDevara)

Belva juga menjelaskan tentang proses kerja delapan mitra Kartu Prakerja yang mirip dengan proses kurasi Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Kartu Jakarta Pintar (KJP). Ruangguru bisa dianalogikan sebagai salah satu toko yang menerima pembayaran melalui Kartu Pra Kerja.

Proses ini mirip dengan proses kurasi KIP/KJP. Banyak toko atau barang-barang yang terima pembayaran dari KIP/KJP. Kami juga hanyalah satu ‘toko’ dari sekian banyak toko yang menerima pembayaran via prakerja,” jelas Belva dalam utasnya.

Belva mengaku siap mundur dari jabatannya sebagai Staf Khusus Kepresidenan bila memang ada konflik kepentingan dalam penentuan Kartu Pra Kerja ini.

Saya sedang konfimasi ulang ke Istana apakah memang ada konflik kepentingan yang ditanyakan teman-teman semua di sini, walupun saya tidak ikut proses seleksi mitra. Jika ada, tentu saya siap mundur dari stafsus saat ini juga. Saya tak mau menyalahi aturan apa pun,” tegas Belva.

Rangkap jabatan Staf Khusus Presiden di dunia bisnis dan struktural kepemimpinan memang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Kalau menurutmu, apakah Ruangguru memang pantas untuk dijadikan mitra Kartu Pra Kerja, nih Millens? (Kum/IB03/E07)