Pernah Ditolak Ormas, Sahur Bersama Akhirnya Digelar Kembali

Pernah Ditolak Ormas, Sahur Bersama Akhirnya Digelar Kembali
Panitia acara sedang menyambut peserta sahur bersama yang berasal dari lintas agama. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Semangat pluralisme bisa diejawantahkan lewat apa saja. Salah satunya dalah dengan menggelar acara sahur atau buka bersama. Bukannya disambut dengan baik, acara tahunan ini pernah mendapat penolakan dari salah satu ormas Islam.

Inibaru.id - Sahur bersama yang digelar di gereja St. Yusup Gedangan pada Sabtu (19/5) lalu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Tapi kamu tahu nggak kalau acara tahunan yang diinisiasi oleh Shinta Nuriyah Wahid ini pernah mendapatkan penolakan oleh salah satu ormas Islam yang ada di Semarang, lo.

Tepatnya pada 2016 lalu, acara buka bersama yang bertempat di Gereja Kristus Raja Ungaran mendapatkan penolakan dari ormas. “Romo Budi sebagai tuan rumahnya, karena ditolak maka dipindahkan ke Gereja Katholik Pudakpayung,” kenang Setyawan Budi koordinator Persaudaraan Lintas Agama (Pelita).

Shinta Nuriyah Wahid bersama tokoh agama dalam acara sahur bersama. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Nggak sampai di situ, Millens. Fakta yang dimuat dalam kbr.id (16/6/2016) menyatakan bahwa ormas Islam yang menolak ini nggak pengin umat Islam terlibat dalam acara yang diselenggarakan di gereja. Setelah melalui proses negosiasi, buka bersama tetap dilaksanakan dengan mengganti lokasi yakni di Balai Kelurahan Pudakpayung.

Penolakan ini memang patut disayangkan ya. Padahal acara buka bersama dan sahur ini bertujuan menjalin silaturahmi antarumat beragama. Merespon hal ini, pemuda lintas agama di Semarang menginisiasi sebuah organisasi bernama Pelita untuk merespon isu sosial keagamaan di Kota Semarang dan Jawa Tengah.

“Pelita adalah jaringan yang berisi komunitas dan individu yang ingin mewujudkan kerukunan antar umat beragama di semarang,” tutur Setyawan Budi. Maka dari situlah Pelita turut hadir dalam setiap isu sosial keagamaan yang ada di semarang.

Atas insiden penolakan ini, pada tahun 2017 sahur atau buka bersama lintas agama diliburkan. Sembari membangun kekuatan, Pelita juga berkontribusi agar atmosfer keberagaman di Kota Semarang semakin kondusif.

Akhirnya pada 2018 sahur bersama kembali digelar di Pastoran Johanes Maria dan terakhir seminggu yang lalu di gereja St. Yusup. Setyawan Budi berharap masyarakat nggak terpengaruh dengan hoaks yang mengatasnamakan agama yang bisa menyebabkan perpecahan antarumat.

Semoga kejadian penolakan seperti ini nggak terulang lagi ya, Millens! (Zulfa Anisah/E05)