Pengikut Medsos Antimuslim Palsu Terus Meningkat

Serangan antimuslim yang terjadi di Inggris beberapa waktu lalu dimanfaatkan aktivis antimuslim untuk menyebarkan berita hoaks di medsos sekaligus meningkatkan jumlah pengikutnya.

Pengikut Medsos Antimuslim Palsu Terus Meningkat
Konten antimuslim berbau hoaks membuat membuat sejumlah akun medsos aktivis anti-Islam meningkat (ABC News)

Inibaru.id – Sentimen negatif terhadap umat Islam di dunia terus meningkat belakangan ini. Pengikut akun media sosial (medsos) anti-Islam pun setali tiga uang. Peningkatan itu konon dipicu oleh banyaknya berita hoaks dan gambar-gambar manipulatif yang banyak beredar di medsos, khususnya Twitter.

Dilansir dari Republika.co.id, Senin (27/11/2017), jaringan aktivis antimuslim menggunakan Twitter untuk menyebarkan berita dan gambar palsu untuk mempengaruhi wacana politik. Periset Hope Not Hate Patrik Hermansson menemukan fenomena tersebut. Dia juga mencatat pertumbuhan signifikan dari akun Twitter tersebut.

Hope Not Hate merupakan organisasi antirasis asal Inggris yang berdiri pada 2004. Hermansson yang memantau sejumlah akun Twitter antimuslim menemukan, rata-rata pertumbuhan pengikut akun yang populer di Inggris dan AS selama Maret-November 2017 meningkat hingga 117 persen.

Baca juga:
HOAX!!! Megawati Siap Cium Kaki SBY
Tips Cerdas Identifikasi Berita Hoax

Salah seorang tokoh organisasi islamofobia AS Pamela Geller mengabarkan telah melipatgandakan pengikut menjadi lebih dari dua juta orang per bulan antara Juli-Oktober. Pada periode yang sama, blog kontra-jihadis Gates of Vienna, yang digambarkan menjadi manual pelatihan untuk paramiliter antimuslim, pengikutnya juga meningkat dua kali lipat.

Hermansson mengaggap pertumbuhan signifikan medsos pengumbar kebencian terhadap umat Islam itu sangatlah memprihatinkan. Menurutnya, hal ini merupakan indikasi meningkatnya pandangan anti-Islam tersebut.

“Saat laman itu tumbuh, lebih banyak orang yang terpapar pandangan antimuslim yang berprasangka buruk itu," ujarnya.

Dalam studinya, dia mengungkapkan, serangan teror di Inggris Juni lalu dieksploitasi para aktivis antimuslim untuk menambah pengikutnya. Akibat serangan London Bridge tersebut,sentiment negatif terhadap umat Islam kian meningkat.

Contoh yang paling terkenal adalah eksploitasi foto seorang perempuan muslim yang berjalan melewati sekelompok orang yang membantu korban serangan Westminster pada Maret 2017. Gambar itu disebarkan akun @Southlonestar di Twitter dengan keterangan bahwa perempuan tersebut tidak peduli korban yang tengah diobati.

Baca juga:
Laporkan Hoax Sekarang!
Sebelum Gabung dengan Komunitas Anti Hoax

Baru-baru terungkap bahwa @Southlonestar adalah satu dari 2.700 akun yang diserahkan ke Twitter ke Komite Intelijen AS sebagai akun palsu yang dibuat di Rusia untuk memengaruhi politik Inggris dan AS.

Hermansson menjelaskan bahwa Geller mempekerjakan “bot” untuk memperkuat unggahannya di Twitter. Dia mengidentifikasi setidaknya ada 102 akun yang mengindikasikan bot tersebut. Akun-akun bot tersebut mengirimkan konten yang sama dalam waktu yang sama. (GIL/SA)