Penelitian Ungkap Kapan Usia Paling Rentan bagi Pasangan untuk Berselingkuh

Penelitian  Ungkap Kapan Usia Paling Rentan bagi Pasangan untuk Berselingkuh
Ilustrasi pasangan selingkuh. (merahputih)

Pernikahan berjalan penuh dengan dinamika. Usia pernikahan nggak bisa menjamin pasangan bebas dari masalah perselingkuhan. Meski begitu, usia pernikahan ternyata bisa memprediksi seberapa besar potensi seseorang akan berselingkuh dari pasangannya, lo.

Inibaru.id – Perselingkuhan dapat terjadi karena berbagai faktor dan alasan. Seperti timbulnya rasa bosan, ketidakpuasan terhadap pasangan, cinta lama bersemi kembali dengan mantan, dan lain-lain. Satu hal yang pasti, perselingkuhan bisa sangat berbahaya jika dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah.

Sebuah penelitian dilakukan untuk menyelidiki kaitan antara usia pernikahan dengan potensi seseorang untuk berselingkuh. Penelitian ini dipublikasikan di Journal of Sex Research. Studi ini melibatkan sampel sebanyak 313 orang dewasa dari Israel yang memiliki usia rata-rata 32-33 tahun.

Usia pernikahan yang telah koresponden jalani paling nggak satu tahun. Kemudian, mereka diminta untuk mengisi jawaban tentang usia pernikahan yang rentan mengalami perselingkuhan. Ada tiga kelompok usia pernikahan, yakni pendek atau kurang dari 5 tahun, sedang atau di antara 6-10 tahun, dan lama atau lebih dari 10 tahun.

Usia pernikahan bisa jadi penanda risiko perselingkuhan pasangan. (Freepik)<br>
Usia pernikahan bisa jadi penanda risiko perselingkuhan pasangan. (Freepik)

Hasil penelitian itu menunjukkan jika semakin lama usia pernikahan pasangan, maka risiko mengalami perselingkuhan juga semakin besar. Para peneliti pun sepakat menganggap usia pernikahan paling lama sebagai usia pernikahan yang paling rentan perselingkuhan.

Faktor terbesar dari perselingkuhan ini adalah karena kebosanan. Selain itu, di masing-masing pasangan sudah kehilangan kemampuan untuk saling mengejutkan. Rasa cinta juga sudah jauh menurun dibandingkan dengan saat baru pertama kali jatuh cinta.

Pola perselingkuhan antara laki-laki dan perempuan pun berbeda. Laki-laki cenderung melakukan perselingkuhan di usia pernikahan yang semakin lama (efek linear). Sementara itu, perempuan rentan berselingkuh pada usia pernikahan sedang.

Bangun komunikasi dengan pasangan secara baik. (Freepik/Yanalya)<br>
Bangun komunikasi dengan pasangan secara baik. (Freepik/Yanalya)

Para peneliti kemudian mencari titik temu di antara kedua pola ini. Hasilnya adalah, baik laki-laki maupun perempuan rentan berselingkuh pada usia pernikahan pertengahan atau sekitar tujuh tahun pernikahan.

Journal of Marriage and Family pernah menerbitkan hasil penelitian yang serupa. Hasilnya juga mirip, yakni, orang berselingkuh rata-rata saat mulai menjalani usia pernikahan tujuh tahun. Ada istilah khusus untuk menandai masa ini, yaitu sindrom 7 tahun (seven-year itch). Ketika pasangan dapat melewati sindrom 7 tahun ini, dipercaya kehidupan pernikahannya kelak akan langgeng.

Kamu percaya dengan hasil penelitian ini nggak, Millens? Tapi, jangan jadikan hal ini membuatmu takut menikah, ya? Haha. (Fim/MG26/E07)