Perempuan yang Tidur dengan Lampu Menyala Berisiko Alami Peningkatan Berat Badan

Perempuan yang Tidur dengan Lampu Menyala Berisiko Alami Peningkatan Berat Badan
Ilustrasi lampu tidur. (Pixabay)

Baru-baru ini sebuah penelitian menyebut perempuan yang tidur dengan cahaya terang berpotensi mengalami kenaikan berat badan. Berikut ulasannya.

Inibaru.id – Sebagian orang memilih tidur dalam keadaan gelap. Alasan utamanya adalah agar lebih nyenyak. Namun, hal ini rupanya berpengaruh bagi kesehatan terutama untuk para perempuan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association (JAMA) Internal Medicine pada Senin (10/6/2019) menyebut, perempuan yang tidur dengan lampu menyala berisiko mengalami kenaikan berat badan. Hasil ini diperoleh setelah melakukan penelitian yang melibatkan 43.722 perempuan berusian antara 35 hingga 47 tahun.

Studi tersebut menggunakan data kuesioner dari responden di sister study. Selama penelitian, para peneliti menggunakan informasi berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang dan pinggul, serta indeks massa tubuh sebagai patokan. Unsur-unsur tersebut digunakan untuk mempelajari penambahan berat badan pada perempuan yang terpapar cahaya buatan pada malam hari.

Penelitian tersebut menghasilkan, perempuan yang terbiasa tidur dengan cahaya menyala dalam kamar 17 persen lebih mengalami kenaikan berat badan. Kenaikan berat badan itu mencapai 5  kilogram selama periode penelitian. Peneliti berpendapat, hal ini disebabkan pengaruh cahaya yang menekan produksi melatonin.

Melatonin adalah hormon neurotropik dengan gugus antioksidan indolamine yang disentesis kelenjar pineal di dalam otak manusia. Melatonin ini berperan penting dalam proses fisiologis seperti ritme biologis, regulasi tekanan darah, retina, reproduksi, ovarium, hingga sistem kekebalan. Bila produksi melatonin tertekan, ritme sirkadian dan pola makan akan terganggu.

"Manusia secara genetik beradaptasi dengan lingkungan alami yang terdiri atas sinar matahari di siang hari dan kegelapan di malam hari. Paparan cahaya buatan pada malam hari dapat mengubah hormon dan proses biologis lainnya dengan cara yang meningkatkan risiko kondisi kesehatan seperti obesitas," kata Chandra Jackson, kepala Penentu Sosial dan Lingkungan NIEHS dari Health Equity Group seperti ditulis Niehs.nih.gov (10/6/2019).

Kendati demikian, peneliti mengakui bahwa hasil penelitian yang disajikan masih belum detail. Peneliti belum tahu seberapa kuat pengaruh cahaya ini dapat meningkatkan berat badan. Wah, untuk jaga-jaga, lebih baik tidur dalam keadaan gelap saja ya, Millens. Ingat kata Tasya, "Jangan takut akan gelap!" Ha-ha. (IB07/E04)