Penderita Covid-19 Datangi Kedai Kopi Ber-AC, 50 Pengunjung Divonis Positif

Penderita Covid-19 Datangi Kedai Kopi Ber-AC, 50 Pengunjung Divonis Positif
Ilustrasi: Kafe tertutup berdinding kaca dengan sirkulasi udara yang buruk bisa menjadi penyebab penyebaran virus corona. (Pixabay/Free-Photos)

Salah satu kedai kopi di Korea Selatan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Seorang penderita Covid-19 berusia 30 tahun diduga menjadi yang pertama menyebarkan virus. Penyebabnya, kedai kopi ber-AC, lembap, dan kurang ventilasi.

Inibaru.id - Kalau selama pandemi corona ini kamu masih sering nongkrong di kafe atau kedai kopi, sebaiknya segera kamu urungkan, karena Covid-19 benar-benar menyebar lewat udara.

Sebuah kafe di Kota Paju, Korea Selatan, awal Agustus ini menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Dugaan muncul setelah para pengunjung di kafe tersebut terjangkit virus yang mengganggu sistem pernapasan tersebut. Hingga kini, sekitar 50 pengunjung telah dinyatakan positif Covid-19.

Seorang pengunjung perempuan berusia 30 tahun diduga menjadi orang yang pertama yang menyebarkan Covid-19 di kedai tersebut. Risiko penyebaran kian kuat dengan kondisi kafe yang kurang sirkulasi udara dan ber-AC.

"Banyak dari pengunjung nggak pakai masker, ventilasi udara kurang baik, dan AC menyala karena cuaca yang lembap," terang Kepala Pusat Pengendalian dan pencegahan Penyakit Korea Selatan (KCDC) Jung Eun-kyeong terkait penyebab penularan virus corona di kafe tersebut.

Menurutnya, selain melalui transmisi aerosol, penyebaran virus juga mungkin saja terjadi melalui transmisi droplet pada ruang tertutup dan kontak tangan.

Bahaya Kafe Berdinding Kaca 

Kafe berdinding kaca membuat sirkulasi udara terganggu. (Pixabay/Eak K)
Kafe berdinding kaca membuat sirkulasi udara terganggu. (Pixabay/Eak K)

Para ahli di Korsel menjelaskan, kemungkinan penyebaran Covid-19 di kafe bisa terjadi kapan saja. Ini terjadi lantaran banyak kafe menggunakan dinding kaca yang membuat sirkulasi udara di dalamnya terganggu.

Lantaran tingginya lonjakan kasus Covid-19, Korsel kembali memberlakukan kebijakan lockdown. Menteri Kesehatan Korea Korsel Park Neung-hoo menginstruksikan aturan penutupan pantai, tempat hiburan malam, dan gereja, serta meniadakan penonton pada pertandingan olahraga profesional.

Perlu kamu tahu, puncak infeksi di Korsel terjadi pada Maret dengan penderita baru mencapai 600 kasus per hari. Sementara, untuk saat ini, pemerintah Korsel mencatat adanya 332 kasus tiap hari.

“Kami sekarang berada dalam situasi yang sangat berbahaya, yang dapat memicu penyebaran Covid-19 secara nasional,” kata Park.

Korea Selatan kembali lockdown. (Nytimes)
Korea Selatan kembali lockdown. (Nytimes)

Dengan jumlah kasus mencapai 17.002 orang, sejauh ini Korsel menempati peringkat ke-27 se-Asia. Di antara banyaknya kasus, 14.169 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan 309 jiwa meninggal dunia.

Di Asia, sejauh ini India masih menjadi negara dengan kasus terbanyak penderita Covid-19, yakni  3.043.436 orang, dengan 70.068 kasus per sehari. Sementara, Indonesia dengan 151.798 kasus berada di peringkat ke-9 se-Asia. Setiap hari, sekitar 2.090 kasus baru terjadi di Tanah Air. 

Kamu tentu nggak pengin dong grafik kasus Covid-19 ini terus bertambah? Maka, bijaklah nongkrong di kafe. Ini semua kan demi kesehatanmu dan orang-orang di sekitarmu! (Det/MG33/E03)