Pemkot Semarang Dapat Bantuan Wastafel Portable Otomatis dari PT Nayati Indonesia

Pemkot Semarang Dapat Bantuan Wastafel Portable Otomatis dari PT Nayati Indonesia
Penandatanganan pemberian wastafel portabel otomatis oleh PT Nayati Indonesia bersama Pemkot Semarang. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

PT Nayati Indonesia memberikan Automatic Mobile Hand Wash Sink kepada Pemkot Semarang. Wakil Walikota Hevearita Gunaryanti Rahayu yang hadir dalam acara tersebut berharap, pemberian hibah tersebut bisa banyak berguna dan menginspirasi masyarakat untuk membuat atau memesan.

Inibaru.id - Pemerintah Kota Semarang kembali mendapat support dalam memerangi Covid-19. Kali ini bantuan diberikan oleh PT Nayati Indonesia yang menyalurkan sekalikus menghibahkan produknya berupa Nayati Automatic Mobile Hand Wash Sink.

Sumbangan tersebut diberikan langsung oleh Direktur PT Restomart Cipta Usaha (anak perusahaan Nayati Group), Damian Pius Susanto, kepada Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Kamis (17/9/2020).

Menurut Nasional Retail Manager Resto Mart Ardian Stefano Hantono, Nayati Automatic Mobile Hand Wash Sink merupakan produk inovasi terbaru dari Nayati Group, yakni berupa tempat cuci tangan yang memiliki sensor otomatis dan dapat dioperasikan tanpa harus bersentuhan dengan tangan.

Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mencoba wastafel portable otomatis. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mencoba wastafel portable otomatis. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Tempat cuci tangan portabel ini dilengkapi roda sehingga bisa diletakan di mana pun tanpa harus berdekatan dengan sumber listrik. Selain itu, alat ini nggak perlu instalasi air, karena dapat menampung 20 liter air bersih dan 30 liter air kotor yang dengan mudah dapat diisi ulang apabila diperlukan.

"Tenaga baterai tidak perlu listrik. Bisa di-charge. Kapasitas bisa digunakan normal 2-3 hari tanpa pengecasan.

Alat ini bisa bertahan hingga 24 jam nonstop. Ardian berharap, unit ini bisa membantu di tempat-tempat umum yang nggak memungkinkan pasang pipa.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengucapkan terima kasih kepada PT Nayati Indonesia.

“Semoga yang ini tidak (dirusak) dan bisa menjadi inspirasi buat banyak orang,” pesan Hevearita, menanggapi banyaknya tempat cuci tangan portabel di jalanan kepunyaan Pemkot yang dirusak atau diambil paksa oleh orang-orang jahil. 

Wakil Walikota Hevearita saat melakukan tour kecil di Pabrik Nayati Indonesia. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Wakil Walikota Hevearita saat melakukan tour kecil di Pabrik Nayati Indonesia. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Dari tour kecilnya di sela-sela pegawai pabrik bekerja, Hevearita memberikan apresiasi penuh karena PT Nayati Indonesia sudah mampu menerapkan protokol kesehatan, meski pekerjaan sedang padat. Belakangan, pemkot memang cukup ketat terhadap pemilik pabrik lantaran beberapa waktu lalu sempat ada klaster Covid-19 di bidang industri.

Pernyataan Hevearita dibenarkan HRD Manager PT Nayati Indonesia Dodik Catur Prasetyo. Sejak Maret 2020, pihaknya telah membuat tim gugus tugas penanganan Covid-19 untuk koordinasi protokol kesehatan di area pabrik.

“Nayati telah membentuk tim gugus tugas yang memiliki tanggung jawab untuk keberlangsungan protokol kesehatan di area pabrik," terangnya.

Tempat kerja diberi jaga jarak. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Tempat kerja diberi jaga jarak. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Dia menambahkan, presensi sidik jadi telah diubah menjadi deteksi wajah dan suhu tubuh. Setiap pekerja juga diwajibkan menggunakan masker dan mencuci tangan.

Untuk deteksi, perusahaan pun melakukan random tes rapid dan PCR untuk karyawan Nayati dan hasilnya nihil untuk kasus Covid-19

"Kami mengatur area kerja agar tetap ada jarak serta pengaturan sistem kerja agar tidak terdapat kerumunan," tambahnya.

Semoga bantuan ini bermanfaat ya, Millens. Ingat, fasilitas publik itu dipakai, bukan dirusak! (IB28/E03)