Pemilik Kos Usir Perawat, Pemkot Solo Laporkan ke Polisi

Pemilik Kos Usir Perawat, Pemkot Solo Laporkan ke Polisi
Tiga orang perawat di Solo mengalami pengusiran. (AFP/Paolo Miranda)

Pada jumat (24/4/2020), tiga perawat RSUD Bung Karno Solo diusir pemilik kos yang takut virus corona. Pemerintah Kota Solo nggak terima dengan tindakan ini dan akan melaporkan sang pemilik kos ke polisi.

Inibaru.id – Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo marah dengan kabar pengusiran tiga perawat RSUD Bung Karno dari kosnya. Meskipun pemilik kos sudah memberikan surat permohonan maaf, dia memastikan akan membawa kasus ini ke aparat penegak hukum.

"Permohonan maaf ya nggak apa-apa. Tapi tetap kita laporkan ke Polres Sukoharjo," katanya pada Selasa (28/4).

Rudy kukuh pada pendiriannya melaporkan sang pemilik kos karena menganggap insiden pengusiran tenaga kesehatan itu mencederai rasa kemanusiaan. 

Rudi juga menjelaskan tentang prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) di rumah sakit yang telah diterapkan dengan sangat ketat. Baginya, nggak ada lagi alasan untuk mengusir tenaga kesehatan. Mereka justru harus didukung karena berjuang melawan pandemi yang sangat meresahkan masyarakat ini.

"Mereka kan selama ini juga tidak membeda-bedakan ini pasien dari Solo, ini dari Sukoharjo. Kalau mereka pulang itu berarti mereka sehat. Kalau sakit mesti tidak boleh pulang sama rumah sakit," ketusnya.

Selain karena nggak terima, Rudy juga ingin pelaporan ini dijadikan pelajaran bagi masyarakat. Ke depannya, dia nggak ingin lagi ada insiden pengusiran tenaga medis di Indonesia.

"Kalau tidak begini nanti yang lain akan ikut-ikutan. Jadi buat pelajaran bagi yang lain juga," ujar Rudy.

Pemkot Solo berkeras untuk membawa insiden pengusiran itu ke aparat penegak hukum. (Suara.com/Ari Purnomo)
Pemkot Solo berkeras untuk membawa insiden pengusiran itu ke aparat penegak hukum. (Suara.com/Ari Purnomo)

Sementara itu, Siti Mutmainnah, bidan sekaligus pemilik kos, mengaku sama sekali nggak berniat mengusir perawat yang tinggal di rumahnya. Ia berdalih hanya meminta mereka mencari tempat tinggal lain selama wabah berlangsung.

Siti juga telah meminta maaf kepada para perawat dan RSUD Bung Karno tempat mereka bekerja.

"Uang kos yang sudah dibayar juga saya kembalikan," kata Siti.

Siti mengaku terpaksa meminta anak-anak kosnya itu pindah lantaran kondisi kesehatan suaminya yang berisiko terkena dampak dari virus corona. Kondisi suaminya memang sedang nggak stabil. 

Suami Siti khawatir tertular Covid-19 dari perawat yang tinggal serumah dengannya. Siti sebenarnya sudah berulang kali berusaha memberi pengertian kepada suami. Namun, suaminya bersikeras meminta para perawat itu tinggal di tempat lain.

"Jadi (tindakan) ini murni saya sebagai istri. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan profesi saya sebagai bidan," ungkap Siti.

Kamu mendukung keputusan Pemkot Solo untuk mempolisikan pelaku pengusiran perawat ini, nggak Millens? (Cnn/MG29/E07)