Tagar #SaveDrTerawan Ramaikan Twitter

Pemecatan Dokter Terawan karena metode terapi "cuci otak" yang dicetuskannya memicu reaksi dari warganet. Tagar #SaveDrTerawan pun muncul untuk menanggapi hal tersebut.

Tagar #SaveDrTerawan Ramaikan Twitter
Potret Dokter Terawan (Ceknricek.com)

Inibaru.id – Kabar pemecatan Dr dr Terawan Agus Putranto, Sp.Rad memicu pro dan kontra di masyarakat. Dokter yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto ini dianggap menyalahi kode etik karena praktik terapi cuci otak yang digunakannya untuk pengobatan stroke.

Atas masalah tersebut, dr. Terawan dijatuhi sanksi pemecatan sementara dari anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). Dasar keputusan itu yakni pertimbangan etika perilaku profesional seorang sejawat. Sanksi itu berlaku selama 12 bulan terhitung mulai 26 Februari 2018 hingga 25 Februari 2019 seperti ditulis Cnnindonesia.com, Selasa (3/4/2018).

Dia dikenal sebagai dokter yang bertangan dingin mengatasai masalah stroke. Sejumlah pejabat pun diketahui pernah menjadi pasien dr Terawan seperti presiden ke-6 RI SBY, mantan Ketua MPR RI Mahfud MD, politikus Aburizal Bakrie, dan Ketua MURI Jaya Suprana. Wah, kondang juga ya dr Terawan.

Pemecatan itu sontak mendapat reaksi dari berbagai pihak. Tagar #SaveDrTerawan langsung melambung di jejaring sosial Twitter. Sejumlah warganet turut meramaikan tagar ini seperti akun milik istri Jaya Suprana, Aylawati Sarwono.

Saya & Jaya Suprana adalah pasien dr Terawan atas kesadaran & pilihan sendiri untuk menjadi sehat, kami merasakan manfaatnya. Adalah hak konsumen untuk memilih alternatif pengobatan termasuk dgn metoda temuan dr Terawan maupun pengobatan tradisional dgn Jamu. #SaveDrTerawan,” tulis perempuan itu pada akunnya @Aylawati.

Hal senada juga disampaikan politikus Golkar Aburizal Bakrie. Dia mengaku merasakan manfaat setelah berobat ke dr Terawan seperti yang ditulis Okezone.com, Rabu (4/4).

Saya sendiri termasuk yang merasakan manfaatnya, juga Pak Tri Sutrisno, SBY, AM Hendropriyono, dan banyak tokoh/pejabat, juga masyarakat luas. Mudah menemukan testimoni orang yang tertolong oleh dr Terawan. #SaveDokterTerawan.” jelasnya dengan akun @aburizalbakrie.

Saat ini sebanyak 5.616 cuitan di Twitter memakai tagar itu lo, Millens. Wah, apakah banyaknya orang yang membela dr Terawan dapat mengubah keputusan MKEK? Mari tunggu kelanjutannya. (MAY/IF)