Ikut Pecahkan Rekor Muri, 8.000 “Penari” Gemu Famire Semarang Tampak Antusias

Ikut Pecahkan Rekor Muri, 8.000 “Penari” Gemu Famire Semarang Tampak Antusias
Ribuan masyarakat membawakan tarian Gemu Famire dalam acara pemecahan rekor Muri. (Kodam IV Diponegoro)

Sebanyak 8.000 orang menjadi penari dadakan di Semarang, Jawa Tengah, dalam pemecahan rekor Muri "Menari Gemu Famire Serentak Se-Indonesia". Wah, seperti apa, ya, keseruannya?

Inibaru.id – Simpanglima Semarang dan sekitarnya tampak lengang pagi ini, Selasa (4/9/2018). Sejumlah jalur utama di Kota Lunpia itu sengaja ditutup. Penutupan ini dilakukan dalam rangka pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri), yakni dengan menari Gemu Famire, yang diselenggarakan serentak se-Indonesia.

Di Semarang, nggak kurang dari 8.000 peserta turut serta membawakan tarian yang berasal dari Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur, ini. Agenda tersebut dikoordinasi Kodam IV/Diponegoro.

Murid-murid sekolah turut memecahkan rekor Muri. (Kodam IV Diponegoro)

Pemecahan rekor Muri ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-73 TNI yang jatuh pada 5 Oktober mendatang. Tari Gemu Famire sengaja dipilih lantaran gerakannya sederhana, dan tari itu merepresentasikan kebahagiaan dan kesederhaan serta melambangkan persatuan.

Demi kelancaran acara, Dinas Perhubungan Semarang sempat menutup sejumlah jalan protokol di Semarang, di antaranya Jalan Ahmad Yani, Jalan Pahlawan, Jalan Gajahmada, Jalan Pandanaran, dan Kawasan Simpanglima. Penutupan itu berlangsung dari pukul 05.00-09.00 WIB.

Kendati diselenggarakan TNI, bukan berarti hanya mereka saja yang "menari dadakan. Sejumlah institusi seperti Polri dan pemerintah daerah Semarang juga turut serta, nggak ketinggalan para siswa dan guru sekolah di Semarang.

“Kebetulan ini gampang diikuti,” tutur Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari.

Atraksi Silat

Atraksi oleh Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia Kera Sakti. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Seusai menari bersama, peserta juga diajak untuk melihat keseruan atraksi dari Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia Kera Sakti. Sekitar 130 pesilat dari Semarang dan Sragen unjuk gigi dalam acara tersebut. Mereka melakukan gerakan silat, salto, menghancurkan batu dengan tangan atau kepala, beratraksi dengan api, bahkan dilindas sepeda motor.

Atraksi oleh Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia Kera Sakti. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Wah, acara menarik, ya, Millens! Kendati rekor Muri diberikan di Jakarta, antusiasme masyarakat Semarang dan seluruh Indonesia patut diacungi jempol, nih. Persatuan yang indah banget! (Ayu S Irawati/E03)