Patahan Jarum Tertinggal di Alat Vital Perempuan Ini

Sebuah jarum tertinggal di alat vital seorang perempuan usai melahirkan di Puskesmas Cepu. Atas kejadian tersebut, perempuan itu harus menjalani operasi untuk mengeluarkan jarum yang bersarang di alat vitalnya.

Patahan Jarum Tertinggal di Alat Vital Perempuan Ini
Ilustrasi operasi (dream.co.id)

Inibaru.id – Sunti Suprapti harus mengalami nasib buruk setelah melahirkan putranya pada Sabtu (17/3/2018) di Puskesmas Cepu, Blora, Jawa Tengah. Dia mendapati patahan jarum di alat vitalnya setelah seorang bidan berinisial  G yang bertugas di Puskesmas Cepu menjahit luka robek pada area jalan lahir.

Sunti lantas mendapat perawatan dari ahli medis di Rumah Sakit Umum (RSU) Cepu dengan jalan operasi untuk mengangkat patahan jarum sepanjang 3 sentimeter itu. Kakak kandung Sunti, Nurul Sujidah menceritakan kronologi kejadian ini.

“Sabtu dini hari pukul 00.05 WIB bayinya lahir dengan selamat. Setelah itu si bidan menjahit luka robekan di area jalan lahir tapi jarumnya patah,” kata Nurul seperti ditulis Kompas.com, Senin (2/4).

Nurul menambahkan, awalnya bidan mengira patahannya jatuh ke lantai, lalu bidan meminta jarum yang baru dan melanjutkan proses menjait. Usai menjahit, bidan pun mencoba untuk mencari patahan jarum yang dikira jatuh di lantai. Namun jarum itu nggak kunjung ditemukan hingga dia kemudian menanyakan kondisi kesehatan Sunti.

Saat itu, bidan bertanya apakah Sunti merasakan sakit setelah melahirkan. Sunti menjawab dia tidak merasakan sakit. Jawaban itu menambah rasa penasaran si bidan akan letak jarum tersebut. Dia curiga  patahan jarum yang dicarinya tertinggal di dalam.

Bidan kembali menanyakan hal yang sama kepada Sunti pada Sabtu (17/3) siang sebelum dia pulang dari Puskesmas. Sunti kembali menegaskan dirinya nggak merasakan sakit dan mengaku kondisinya baik-baik saja.

Pada Senin (19/3) Sunti melakukan kontrol ke Puskesmas Cepu. Saat kontrol, Sunti dirujuk pihak Puskesmas untuk melakukan rontgent di salah satu klinik laboratorium kesehatan di Cepu. Setelah melakukan rontgent, ternyata hasilnya positif. Ada patahan jarum yang tertinggal di jalan lahir Sunti. Namun karena peralatan di Puskesmas Cepu tidak memadai, akhirnya Sunti dirujuk ke RSU Cepu untuk melakukan operasi.

Pihak RSU Cepu langsung mengoperasi Sunti pada sore harinya. Rampung operasi, Sunti mengatakan, dia dan bayinya dalam keadaan baik-baik saja. Dia tidak mempermasalahkan keluputan yang dilakukan oleh si bidan karena dia merasa ada upaya untuk bertanggung jawab dari pihak Puskesmas Cepu atas hal yang menimpa dirinya.

Waduh, miris ya, Millens. Semoga ini dijadikan pelajaran bagi para ahli medis agar lebih berhati-hati dalam melakukan tugasnya. Untuk Sunti, semoga kondisinya segera pulih. (UMU/IF)