Pastikan Aturan WFH Perusahaan Diterapkan, Ganjar Gandeng Apindo

Pastikan Aturan WFH Perusahaan Diterapkan, Ganjar Gandeng Apindo
Ganjar Pranowo ingin aturan WFH perusahaan diterapkan di masa PPKM Darurat. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkomunikasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk memastikan aturan WFH atau pembatasan maksimal karyawan yang masuk kerja demi menekan persebaran Covid-19 di Jateng.

Inibaru.id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku sudah berkomunikasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Hal ini dia lakukan usai mendengar laporan tentang masih adanya perusahaan yang meminta karyawan masuk kerja dengan persentase melebihi yang disyaratkan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Melalui komunikasi ini, Ganjar ingin memastikan aturan work from home (WFH) perusahaan benar-benar diterapkan sehingga diharapkan bisa memutus rantai persebaran Covid-19 yang masih mengkhawatirkan.

“Tadi diingatkan saja oleh pemerintah pusat bagaimana sektor esensial dan kritikan bisa melaksanakan kebijakan (PPKM) Darurat dengan baik. Untuk Jawa Tengah saya sudah bicara dengan Apindo agar perusahaan atau industry membantu menjaga prokes,” ujar Ganjar saat melakukan rapat virtual dengan Menko Maritim dan Investasi pada Rabu (7/7/2021).

Menurut Ganjar, dia mendapatkan laporan berupa satu perusahaan sektor keuangan masih meminta karyawannya berangkat penuh. Para karyawan ini diminta untuk membawa dua pakaian.

“Jadi kalau ada pemeriksaan karyawannya disuruh ganti baju jadi customer. Ini cerita sepenggal saja sih. Artinya kita musti taat lagi. Intinya kita mau mengurangi mobilitas. Kalau kerja, apalagi sektor keuangan sudah banyak menggunakan teknologi informasi dan digital, maka dari rumah kan bisa. Kita mau mengingatkan itu,” lanjut Ganjar.

Masih banyak pekerja yang tetap harus berangkat di masa PPKM Darurat. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Masih banyak pekerja yang tetap harus berangkat di masa PPKM Darurat. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Ganjar pun mengingatkan aturan PPKM darurat yang meminta perusahaan atau industri besar dengan jumlah karyawan yang banyak hanya membolehkan karyawan masuk maksimal 50 persen. Demi memastikannya, Ganjar pun bakal melakukan hal lain selain dengan berkomunikasi dengan Apindo.

“Kita sudah menyiapkan dari dinas perindustrian dan tenaga kerja untuk nanti menyambangi ke industri-industri itu apakah kemudian pelaksanaan WFO/WFH sudah sesuai dengan persentase yang ada,” tegas Ganjar.

Sejauh ini, di masa PPKM Darurat, Jawa Tengah hanya mampu menurunkan mobilitas masyarakat sebanyak 17 persen saja. Padahal, targetnya adalah 30 sampai 50 persen. Angka ini diharapkan masih cukup tinggi dan memungkinkan penularan Covid-19 dengan cepat.

Kalau di tempat kamu, apakah masih harus berangkat kerja atau sudah bisa WFH, Millens? (IB09/E05)