Pasien Corona Pertama Indonesia Alami Long Covid, Berapa Lama Efeknya?

Pasien Corona Pertama Indonesia Alami Long Covid, Berapa Lama Efeknya?
Sita Tyasutami, pasien corona pertama di Indonesia mengaku mengalami gejala long covid. (Balipicturenews.com/BNPB)

Sita Tyasutami, pasien corona pertama Indonesia telah dinyatakan sembuh pada Maret 2020. Namun, Januari 2021 kemarin, dia mengaku mengalami gejala long covid. Berapa lama efeknya berlangsung? 

Inibaru.id – Sita Tyasutami, pasien corona pertama di Indonesia, mengaku masih mengalami efek long covid. Meski sudah sekitar setahun lalu didiagnosis positif dan dinyatakan sembuh, Sita tetap mengalami gejala kesehatan yang membuatnya kesulitan melakukan berbagai macam aktivitas.

Sita dinyatakan sembuh dari Covid-19 pada 13 Maret 2020. Hingga Desember 2020, dia nggak merasakan masalah kesehatan apa pun. Namun, pada Januari 2021 lalu, dia mulai mengalami gejala long covid seperti susah bernapas, mudah lelah, hingga rontok rambut.

“Aku baca-baca bahwa satu dari lima pasien Covid-19 mengalami hair loss. Itu juga sampai sekarang masih, dan juga nafasku jadi megap-megap ngos-ngosan lagi,” cerita Sita.

Menurut keterangan dr Eka Mulyana dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kasus long covid pada pasien-pasien Covid-19 memang bermunculan pada dua bulan belakangan. Yang mengalaminya adalah yang sudah dinyatakan negatif corona.

Banyak pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh namun mengalami gejala long Covid. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Banyak pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh namun mengalami gejala long Covid. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Sementara, dokter spesialis THT-KL RSA UGM Yogyakarta dr Anton Sony Wibowo menyebut gejala long covid sering dialami pasien berusia 18-34 tahun. Setidaknya, 20 persen dari para pasien mengalami gejala kesehatan yang tetap.

“Long covid adalah gejala Covid-19 yang menetap, dialami pasien usai kondisi tubuhnya mengalami perbaikan,” jelas dr Anton.

Sejumlah gejala long covid yang bisa dialami pasien adalah hilang atau terganggunya kemampuan hidung dalam mencium bau (parosmia). Selain itu, ada juga yang mengalami gangguan mengecap rasa makanan.

Gejala-gejala lain bisa berupa sesak napas, batuk, nyeri otot, nyeri perut, mual-mual, hingga diare. Yang mengejutkan, ada juga yang mengalami susah berpikir dengan jernih, merasa lelah, sulit tidur, napas pendek, hingga gangguan irama jantung.

Perlu kamu tahu, ada ciri khas khusus dari awal mula gejala ini, yakni demam yang nggak kunjung turun. Saat ini para ahli di seluruh dunia masih meneliti efek dari long covid.

Efek long covid ini seharusnya bisa menjadi perhatian semua orang. Perlu kamu tahu, meski sudah ada program vaksinasi, penularan Covid-19 di Indonesia juga masih cukup tinggi. Jadi, saatnya wawas diri! (IB09/E03)