Para Peragawati Senegal Itu Berbalut Batik dan Tenun Nusantara

Rancangan desainer kita diperagakan model Senegal. Diplomasi fesyen yang merekatkan hubungan Indonesia-Senegal.

Para Peragawati Senegal Itu Berbalut Batik dan Tenun Nusantara
Model dari Senegal dalam busana desainer Indonesia pada “Resepsi Diplomatik Peringatan HUT ke-72 RI di King Fahd Palace Dakar, Senegal, Selasa (14/11/2017). (kemlu.go.id/Warta Kota)

Inibaru.id – Sejumlah peragawati profesional asal Afrika memperagakan busana tenun dan batik rancangan empat desainer Indonesia yang memukau ratusan tamu pada acara Resepsi Diplomatik Peringatan HUT ke-72 RI di KBRI Dakar, Senegal.

Seperti dilansir dari Antara London (18/11/2017), sekitar 300 tamu menghadiri acara yang di King Fahd Palace pada Selasa (14/11/2017) yang menurut Pensosbud KBRI Senegal Dimas Prihadi merupakan salah satu hotel ternama di Senegal.

Acara tersebut ditajuki “Nusantara Fashion and Culture Show” yang konsepnya menggabungkan fesyen dan budaya Indonesia dalam balutan karya adibusana rancangan Nita Seno Adji, Rudi Chandra, Defrico Audy, dan Malik Moestaram. Kemenarikannya, para peraga busana adalah model-model profesional Afrika  yang dibina oleh Amina Badiane, Ketua Komite Miss Senegal. Para peragawati tersebut merupakan para finalis Miss Senegal 2017.

Baca juga:
Paksinagaliman “Menangkan” Rita di Kontes Kecantikan Tertua Asia
Nonton Dewi Sri Menanam Padi di Tanah Manusia Purba

 Pada pergelaran itu, desainer Nita Seno Adji menampilkan rancangan bertema "The Rainbow of Asia and Africa" yang merefleksikan persahabatan Indonesia-Senegal. Nita mengeksplorasi warna dan kehidupan orang Senegal dengan menitikberatkan pada pola klasik batik Indonesia yang dipadukan dengan tenun Bali dan sarung sutra Makassar.

Desainer lain, Rudy Chandra memadukan pewarna alami dengan tenun dari Sabu, NTT, bertema "Enchanting East Indonesia." Sementara itu, Defrico Audy mengangkat tema "Sumba in My Mind" dan  memilih Tenun dari Sumba, NTT, untuk menampilkan busana elegan, modern dan fashionable bagi warga Senegal.

Adapun desainer Malik Moestaram menawarkan tema "The Stunning Beauty of Solo" dengan gaun batik kontemporer dari Solo untuk busana pesta. Kupu-kupu dan daun menjadi pola utama dari batik ini.

Baca juga:
Harmonisasi 6.000 Pemusik Angklung di Bandung
Rina Nose Tidak Murtad dan Bukan Ateis

"KBRI menyinergikan fesyen dengan diplomasi ekonomi atau diplomasi fesyen, dengan menggunakan saluran diplomatik yang menghubungkan desainer Indonesia dengan dunia fesyen dan buyer, majalah dan rumah mode," ujar Dubes RI untuk Dakar, Mansyur Pangeran.

Sementara itu, Menteri Perikanan dan Ekonomi Maritim Senegal Oumar Gueye menyebut Indonesia dan Senegal memiliki nilai budaya dan agama yang sama nan toleran sehingga kemitraan antara kedua negara dapat berkembang.

Acara tersebut dihadiri berbagai kalangan diplomatik, organisasi internasional, pejabat pemerintah, pengusaha, LSM nasional dan internasional, media massa, indonesianis, pengamat fashion, pecinta batik, operator pariwisata, sosialita, budayawan hingga akademikus. (EBC/SA)