Pantau Ketersediaan Logistik Selama Pandemi Corona, Hendi: Segalanya Masih Terkontrol

Pantau Ketersediaan Logistik Selama Pandemi Corona, Hendi: Segalanya Masih Terkontrol
Hendrar Prihadi saat mengunjungi gudang distributor gula. (Inibaru.id/ Audrian F)

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengunjungi beberapa titik untuk meninjau bagaimana kondisi penjualan di tengah momen mewabahnya virus corona. Hal itu sehubungan karena maraknya panic buying yang dilakukan oleh masyarakat.

Inibaru.id - Penyebaran virus corona menyebabkan perubahan perilaku masyarakat. Selain dari cara menjaga diri, beberapa masyarakat juga menanggapi hal tersebut secara berlebihan dengan melakukan panic buying. Hal tersebut disinyalir karena khawatir kebutuhan pokok akan segera habis atau khawatir harga akan naik gila-gilaan. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terjun langsung ke beberapa titik untuk memantau kabar tersebut dari lapangan.

Hendi, begitu dia biasa disapa menyasar beberapa tempat yang menjadi sumber dari kebutuhan pokok tersebut mulai dari Toko Swalayan ADA Siliwangi, distributor gula, dan toko alat-alat kesehatan Sanidata Putri Medika, dan toko obat kimia, Indrasari. Peninjauan tersebut dilakukan pada Kamis (19/3).

Hendi saat mengunjungi swalayan ADA Siliwangi. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Hendi saat mengunjungi swalayan ADA Siliwangi. (Inibaru.id/ Audrian F)

Setelah memantau satu demi satu toko-toko tersebut, Hendi mengatakan kalau segalanya masih terkontrol.

“Beberapa stok perlu disikapi. Tapi secara umum semuanya masih ada persediaan yang bisa dibeli di masyarakat. Seperti tadi yang dikatakan gula pasir langka, nyatanya juga tidak kok. Beras juga ada,” ujar Hendi.

Hendi memberi apresiasi terhadap beberapa toko yang mampu mengelola penjualannya dengan baik di masa antisipasi terhadap virus corona ini. Sebagian besar toko sudah bisa membatasi jumlah pembelian.

Imbauan pembelian hand sanitizr di Indrasari Toko Kimia. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Imbauan pembelian hand sanitizr di Indrasari Toko Kimia. (Inibaru.id/ Audrian F)

“Sekarang permintaanya memang cukup tinggi. Namun mereka punya sistem bagus. Misalnya beli hand sanitizer maksimal 1. Terus beli gula maksimal 2 kg. Kemudian masker juga nggak boleh beli secara box-box-an,” ucap Hendi.

Sementara untuk di Toko Kimia Indrasari, Hendi mengingatkan untuk segera menata manajemennya. Sebab jika nggak segera dilakukan, dia khawatir masyarakat akan panik. FYI, Toko Indrasari tengah membatasi pejualan alkohol sehubungan dengan perbaikan manajemen.

Penjualan masker di toko alat-alat kesehatan Sanidata Sari Medika. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Penjualan masker di toko alat-alat kesehatan Sanidata Sari Medika. (Inibaru.id/ Audrian F)

“Tapi secara umum, semua warga Kota Semarang ini harus menyadari. Jangan egois dalam membeli sesuatu. Hal itu malah membuat kelangkaan barang dan harga-harga melonjak,” pesan Hendi.

Dia juga mengajak masyarakat agar tetap beraktivitas seperti biasa. Monitoring akan terus dilakukan. Pemenuhan bahan pokok dan kebutuhan alat kesehatan akan terus di-supply­ agar tersedia di pasaran.

Jadi, jangan ikut panik ya, Millens. Semua aman terkendali. (Audrian F/E05)