Panggung Kahanan, Acara Solidaritas untuk Para Seniman Jawa Tengah

Panggung Kahanan, Acara Solidaritas untuk Para Seniman Jawa Tengah
Para penonton Panggung Kahanan yang melaksanakan physical distancing selama acara berjalan. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Banyak seniman profesional yang kehilangan mata pencahariannya karena wabah Covid-19. Panggung Kahanan hadir untuk sedikit meringankan beban para seniman Jawa Tengah yang terdampak.

Inibaru.id – Mendapat banyak masukan dari para seniman, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama timnya, menggagas kegiatan Panggung Kahanan. Kegiatan ini mengumpulkan beberapa seniman asal Jawa Tengah untuk tampil dalam rangkaian acara Panggung Kahanan.

Openk Prabowo dan Vikki, salah dua kurator seniman Panggung Kahanan menyatakan bahwa kegiatan ini adalah respon atas kondisi seniman-seniman yang sangat terdampak wabah Covid-19. Para seniman yang tampil adalah para seniman penuh waktu atau full-time artist yang memang sumber pendapatannya dari berkesenian.

“Kalau yang terdampak sekali kan artinya mereka yang sudah tidak punya penghasilan selain dari berkesenian,” ucap Vikki.

Panggung Kahanan sudah sampai pada rangkaian yang kelima pada Rabu (13/5). Pada rangkaian kelima ini, ditampilkan beberapa seniman dengan bermacam-macam latar belakang dan aliran seni. Mereka adalah Mbah Samsuri, seniman Kentrung Demak, band Absurdnation, Sanggar Nyi Pandansari, Handry TM (Ketua Dekase), Dresscode Band, dan Benk Mintosih.

Mbah Samsuri, seniman Kentrung asal Demak. (Youtube)<br>
Mbah Samsuri, seniman Kentrung asal Demak. (Youtube)

Saya agak terlambat datang. Ketika saya sampai, Mbah Samsuri memulai penampilan kesenian Kentrung Demak pada Rabu (13/5). Kesenian Kentrung Demak adalah salah satu seni pertunjukan tradisional yang menampilkan cerita yang dibacakan dengan bersenandung sambil diiringi oleh alat musik tabuh selama cerita berlangsung.

Cerita yang dibawakan adalah kisah Ki Ageng Pandanaran yang dibawakan selama 45 menit. Selama itu juga, beberapa kali para penonton yang hadir di Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah tertawa merespon cerita yang dibawakan laki-laki sepuh ini.

Dalam penampilannya, Mbah Samsuri sempat menyelipkan soal pentingnya para seniman untuk saling mendukung dan melakukan physical distancing di tengah pagebluk. Mbah Syamsuri juga sempat menyampaikan kondisi kesenian tradisional sekarang ini.

Wes ora ono sing naggap Kentrung (Sudah tidak ada yang menanggap Kentrung)," ucap Mbah Samsuri di tengah penampilannya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyempatkan mengobrol dengan para seniman yang tampil di Panggung Kahanan. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyempatkan mengobrol dengan para seniman yang tampil di Panggung Kahanan. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Setelah Mbah Samsuri tampil pula band Absurd Nation yang membawakan lagu-lagunya dengan warna funk dan jazz. Acara selesai pada pukul 17.30 WIB ketika lagu “Bento” milik Iwan Fals dibawakan Absurdnation. Setelah itu para pengunjung berbuka puasa bersama dengan makanan yang disiapkan oleh penyelenggara acara.

Menurut Openk, rencana awal acara ini akan diselenggarakan hingga 22 Mei 2020. Hal itu dilakukan karena kegiatan ini berdekatan dengan hari raya Idulfitri. Openk menyatakan bahwa masih ada kemungkinan acara ini akan berlanjut setelahnya.

Bagi kamu yang ingin mengetahui jadwal Panggung Kahanan, bisa cek di akun Instagram @ganjarpranowo, Millens. Acara ini juga akan disiarkan secara langsung di akun Youtube dan Facebook Ganjar Pranowo, juga Satelit TV. (Gregorius Manurung/E05)