Varietas Padi yang Ditanam Udin Tumbuh Hingga 2 Meter

Selain lebih tinggi, padi raksasa ini juga memproduksi bulir padi 4 kali lipat dari padi biasa. Tanaman ini dikembangkan di Blitar. Jenis padi apa?

Varietas Padi yang Ditanam Udin Tumbuh Hingga 2 Meter
Padi "raksasa" yang ditemukan di Blitar. (Direktorat Jenderal Tanaman Pangan)

Inibaru.id – Jika biasanya padi tingginya hanya sekitar 70 sentimeter saja, padi yang ditanam di Blitar, Jawa Timur, ini tingginya mencapai dua meter. Padi jenis baru yang dinamai PIM 1 ini juga diklaim memiliki lebih banyak bulir padi serta lebih tahan terhadap serangan hama. Hm, komplet!

Seperti ditulis Detik.com, Senin (12/3/2018), petani yang menanam padi raksasa ini adalah Mohammad Diaudin Aridowi dari Dusun Bebekan, Desa Combong, Kecamatan Garum. Lelaki 24 tahun ini mendapatkan bibit padi dari temannya seharga Rp 25 ribu per kilogram.

“Saya mulai menanamnya awal Januari. Kalau menurut teman saya, masa tanam padi ini lebih lama seminggu, tapi mampu berproduksi lebih banyak dan lebih tahan hama,” ucap pria yang biasa disapa Udin tersebut.

Rata-rata masa tanam padi mencapai 105 hari. Namun, PIM 1 membutuhkan sekurangnya 120 hari sebelum bisa dipanen. Jarak masa tanam yang nggak terlalu signifikan ini sangatlah kontras dengan hasil panen yang didapatkan, yakni empat kali lipat lebih banyak dari padi "nomal".

Baca juga:
Geliat Dangdut Koplo di Tangan Via Vallen dan Nella Kharisma
Kalahkan Jepang, Timnas U-16 Indonesia Maju Ke Final Turnamen Jenesys 2017

“Satu batang padi PIM 1 bisa berisi 800 hingga 900 bulir padi. Pada padi biasa, jumlah bulirnya hanya 125 sampai 200 saja,” lanjut Udin.

Sekilas, tanaman padi ini terlihat lebih mirip tanaman jagung karena memiliki batang yang lebih besar dan kokoh. Bulir padi PIM 1 juga terlihat lebih padat dan berwarna lebih cerah. Udin bahkan seperti “menghilang” tiap kali masuk ke dalam ladang rumpun padi yang sangat tinggi tersebut.

Selain berproduksi lebih banyak, kata Udin, PIM 1 juga diklaimnya nggak sulit dalam hal perawatan karena masih tetap bisa menggunakan pupuk kimia sebagaimana umumnya padi yang ditanam masyarakat.

“Bisa pupuk kimia. Namun, padi ini jauh lebih cocok diberi pupuk kandang,” aku Udin.

Baca juga:
Kalah Taruhan, Raja Salman Tepati Janji Bikin Stadion Sepak Bola untuk Irak
Ketika Penggemar Dua K-Pop Bersaing di iHeartRadio Music Awards

Percobaan pertama Udin menanam padi PIM 1 tampak berhasil. Dia pun merekomendasikan padi ini pada petani-petani lainnya agar hasil panen bisa semakin melimpah.

Wah, wah, kalau semua petani menanam padi ini, bisa kaya petani kita ya, Millens. Eits, tapi benihnya sulit dicari nggak ya? (AW/GIL)