Februari Nanti, Museum Samudera Pasai Bakal Dibuka untuk Umum

Februari Nanti, Museum Samudera Pasai Bakal Dibuka untuk Umum
Museum Islam Samudera Pasai. (Youtube)

Museum Samudera Pasai di Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, bakal dibuka untuk umum akhir Februari nanti.

Inibaru.id – Setelah lama nggak difungsikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara akhirnya bakal membuka Museum Samudera Pasai di Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara untuk umum. Berdasarkan rencana, museum ini dibuka pada akhir Februari 2019.

“Rencana sih akhir Februari dibuka. Masih ada sedikit kendala soal akses jalan, nanti saya komunikasi dengan kepala desa, agar akses jalan ini kita pikirkan agar layak,” kata Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara Nurliana NA seperti ditulis Kompas.com, Rabu (23/1/2019).

Sesuai namanya, museum ini dibangun sebagai lokasi penyimpanan situs sejarah Kerajaan Samudera Pasai sejak ratusan tahun yang lalu. Kerajaan itu termasuk kerajaan penting dalam sejarah masuknya Islam ke Indonesia.

Saat ini, Museum Samudera Pasai memiliki sekitar 302 buah koleksi peninggalan dari abad 13, 15,dan 18. Dari ratusan koleksi itu, di antaranya ada manuskrip sekitar 40 buah, tiga buah replika batu nisan, pilar pasai, alat gerabah mulai abad 15-19 (Tiongkok-Eropa), dirham, dan kuningan peralatan adat Aceh.

Museum yang sudah ada sejak 2011 ini dibangun di atas lahan dengan luas lebih dari 500 meter menggunakan anggaran Otonomi Khusus senilai Rp 7,5 miliar. Museum itu sebenarnya sudah dibuka secara terbatas pada 2017 lalu. Namun, karena terbatas, hanya pelajar dan mahasiswa yang bisa masuk ke sana.

Sayang, karena akses jalan menuju museum belum dibangun, bangunan ini sempat lama nggak difungsikan dan terbengkalai. Hal itu tampak dari pintu masuk gedungnya yang digembok dan beberapa besi pagar di halaman gedung yang mengalami kerusakan.

Bagian gipsum yang ada pada platform depan juga terlihat rusak akibat angin kencang yang terjadi. Selain itu, pengunjung yang nekat menerobos masuk juga menyebabkan kerusakan lainnya.

Diorama kapal di kompleks Museum Samudera Pasai. (Portalsatu/Irman)

Untuk mempersiapkan pembukaan museum bagi masyarakat umum, Liana mengaku telah memberikan usulan mengenai pembuatan jalan kepada Gubernur Aceh saat ada kunjungan kerja pada 15 Februari 2018 lalu. Pembuatan jalan itu membutuhkan anggaran yang nggak sedikit yakni sekitar Rp 8,6 miliar.

Selain pembuatan jalan, pihak pengelola juga rencananya bakal memanfaatkan kereta penjemput milik masyarakat. Kereta bergerbong itu nantinya akan mengantar pengunjung sampai ke museum.

Sebelum dibuka untuk umum, ada baiknya dipastikan sarana dan prasarananya mumpuni ya supaya pengunjung pun nyaman berkunjung ke Museum Samudera Pasai. Penasaran dengan museum ini, Millens? (IB07/E04)