Optimisme dan Pesimisme di Debat Capres Jokowi vs Prabowo

Jokowi menuding Prabowo sebagai orang yang pesimis, namun hal ini langsung dibantah oleh Prabowo. Seperti apa debat selengkapnya?

Optimisme dan Pesimisme di Debat Capres Jokowi vs Prabowo
Debat Capres Kedua. (Suara.com/Muhaimin A. Untung)

Inibaru.id – Jika di debat capres pertama kita disuguhi acara yang cenderung kurang greget, debat kedua yang berlangsung semalam, Minggu (17/2/2019) justru berlangsung dengan lebih seru. Kedua capres, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto sama-sama berani tampil menyerang lawan politiknya.

Detikcom, Senin (18/2) menyebut Jokowi sering menjawab pertanyaan Prabowo dengan nada menyerang. Sebaliknya, Prabowo juga nggak kalah sigap melakukan tangkisan yang disertai dengan serangan. Salah satunya adalah saat menanggapi sindiran Jokowi yang menganggapnya kurang optimis.

Saat itu, Jokowi menyebut Prabowo kurang optimis dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Jokowi sendiri yakin bahwa perencanaan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang telah dia canangkan akan mampu menyejahterakan petani di Tanah Air.

“Pak Prabowo ini sepertinya kurang optimis ya,” ucap Jokowi.

Jokowi juga menyebut banyak produk hasil pertanian yang kini sudah bisa langsung diakses oleh konsumen. Hal ini memberikan keuntungan tersendiri bagi petani karena mendapatkan harga yang lebih kompetitif.

“Sekarang ini kan produk petani sudah langsung masuk ke market place dari produsen ke konsumen. Nggak perlu lagi lewat agen di tengah-tengah,” lanjutnya.

Prabowo pun langsung menangkis anggapan tersebut. Dia mengaku optimis Indonesia bisa swasembada energi.

“Saya bukan orang yang pesimis, pak. Saya ini orangnya optimis. Saya yakin kita mampu swasembada di bidang energi,” ucap Prabowo.

Penonton yang ada di The Sultan Hotel, tempat debat capres diadakan langsung riuh mendengar jawaban Prabowo. Moderator pun langsung berusaha untuk menenangkan situasi.

Prabowo juga sempat memuji kebijakan energi yang dilakukan pemerintahan Jokowi, namun dia juga menyebut masih banyak kekurangan yang harus dikoreksi.

“Kalau tanya strategi kami, kami akan menggenjot produksi kelapa sawit, aren, cassava, atau bahkan gula dan ethanol. Semua akan kami lakukan agar tidak impor energi dari luar negeri,” lanjut Prabowo.

Nonton debat semalam nggak? Kalau menurut pendapat Millens apa benar Prabowo cenderung pesimis sebagaimana yang dituduhkan Jokowi? (IB09/E05)