OnlyFans, Lahan The Connell Twins dan Konten Kreator Lain ‘Unjuk Diri’ di Masa Pandemi

OnlyFans, Lahan The Connell Twins dan Konten Kreator Lain ‘Unjuk Diri’ di Masa Pandemi
The Connell Twins. (Instagram/theconnelltwin)

The Connell Twins mendapat kritikan pedas dari netizen Indonesia sebab konten mereka di platform OnlyFans. Namun sebetulnya geliat dunia pornografi di masa pandemi ini merupakan hal yang lumrah. Mengapa begitu?

Inibaru.id – Duo kembar Carlina "Carly" O'Connell dan Christina "Christy" O'Connell atau yang dikenal dengan nama The Connell Twins baru-baru ini menjadi perbincangan warganet akibat konten seksi mereka di platform digital OnlyFans.

Platform media sosial berbasis langganan ini dapat digunakan oleh penggunanya untuk menjual dan membeli berbagai konten asli yang, sayangnya, kini kebanyakan dianggap berbau pornografi.

Dalam unggahan di instagram, Carly Connell mengatakan bahwa mereka berdua tengah mengadakan diskon untuk semua konten seksi mereka di OnlyFans seharga Rp 70 ribu.

"We're having sale limited only for 40 people. We're not gonna do this again so swipe up," terang Carly via Instagram Story @carly.oc.

The Connell Twins dinyinyirin netizen lantaran bikin konten yang dianggap vulgar di OnlyFans. (Instagram/theconnelltwin)
The Connell Twins dinyinyirin netizen lantaran bikin konten yang dianggap vulgar di OnlyFans. (Instagram/theconnelltwin)

Nggak heran, kehadiran si kembar Christy dan Carly di platform asal Inggris tersebut mendapatkan tanggapan negatif dari warganet Indonesia.

Meski begitu, Carly mengaku sudah mendapatkan izin dari ibunya sebelum menggunakan platform tersebut. Nggak heran dirinya meminta warganet untuk berhenti menghakimi dirinya dan saudara kembarnya tersebut.

Lagipula, mereka berdua sudah berumur di atas 17 tahun, apakah hal ini salah atau memang netizen Indonesia yang lebai? Hm, entahlah!

Krisis Global dan Geliat Dunia Pornografi

Kebutuhan konten pornografi saat pandemi meningkat dua kali lipat. (iStock)
Kebutuhan konten pornografi saat pandemi meningkat dua kali lipat. (iStock)

Sejak krisis global melanda, situs Onlyfans telah melaporkan peningkatan sebesar 75 persen pendaftar baru pada April. Artinya, rata-rata ada 240 ribu pengguna baru setiap 24 jam. Hal ini memungkinkan kombinasi untuk mencari hiburan dan penghasilan tambahan.

Onlyfans sebenarnya bukan platform yang khusus menyajikan konten pornografi. Eksis sejak 2016 lalu, platform tersebut nggak mengenal istilah blokir ataupun sensor setitik pun. Ini memungkinkan siapa pun menjual apapun.

Nah, rupanya "celah" ini juga dimanfaatkan para pembuat konten pornografi yang pengin menjual video maupun foto dengan mudah, entah konten telanjang, adegan seks amatir, dan lain-lain.

The Connell Twins. (Instagram/theconnelltwin)
The Connell Twins. (Instagram/theconnelltwin)

Pihak OnlyFans hanya memotong sebesar 20 persen dari penghasilan konten kreator. Artinya, 80 persen penghasilan bisa langsung masuk kantong. Konon, ini lebih besar ketimbang keuntungan bintang porno dari dapur studio profesional.

Maka, nggak heran kalau penawaran OnlyFans tersebut menjadi daya pikat yang cukup menjanjikan bagi para bintang film dewasa kenamaan macam Riley Reis atau Lisa Ann.

Keuntungan ini bukan hanya didapat para kreatornya. Dari sisi konsumen, OnlyFans juga sangat menggiurkan. Sejak lockdown pandemi, kebutuhan konten platform ini meningkat dua kali lipat. Pelanggan juga dapat menyesuaikan bujet dengan berlangganan ke kreator tertentu.

Dari berbagai pro kontra adanya platform yang satu ini, kebijaksanaan penggunanyalah yang paling penting. Sepakat, Millens? (Tir/IB27/E05)