Oleh-Oleh Sinyal untuk Masyarakat 3T dari BAKTI Kominfo dan Metro TV

Oleh-Oleh Sinyal untuk Masyarakat 3T dari BAKTI Kominfo dan Metro TV
Masyarakat 3T masih kesulitan mendapat sinyal telekomunikasi. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Hingga kini, pemerintah masih terus berjuang dalam menciptakan keadilan dengan menghadirkan sinyal telekomunikasi di wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal). Nggak bisa ditampik bahwa kehadiran sinyal telekomunikasi sangat penting bagi daerah tersebut pada situasi pandemi ini. Karena itu, Bakti Kominfo bersama Metro TV menyambangi wilayah yang jarang tersentuh ini demi kelancaran komunikasi.

Inibaru.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika  (BAKTI Kominfo) kembali berkolaborasi dengan Metro TV untuk menerjunkan kembali Tim ekspedisi ke wilayah 3T dalam program BAKTI untuk Negeri.

Nah, pada tahun ini, tantangan tim ekspedisi bakal jauh lebih berat. Pasalnya, daerah yang dikunjungi merupakan daerah yang benar-benar masih belum tersentuh oleh pembangunan. Kebayang kan daerah tersebut blankspot alias belum terjangkau sinyal komunikasi?

"Kalau tim dahulu kan meliput wilayah yang sudah ada sinyalnya. Sekarang wilayah yang belum ada sinyalnya. Infrastruktur dasar juga belum ada di lokasi tersebut, seperti jalan dan listrik," ujar Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latif, dikutip Special Program Metro TV, Kamis, 29 Juli 2021.

Anang mengakui bahwa misi ini bakal menjadi tantangan yang sangat sulit bagi tim BAKTI untuk Negeri, secara khusus BAKTI Kominfo dan Metro TV. Maklum, tim BAKTI Kominfo harus membawa material yang sangat berat untuk pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di sana.

"Proses ini layak untuk didokumentasikan (oleh Metro TV) karena tidak akan terjadi pada masa mendatang," kata Anang.

Anang membeberkan, saat ini ada 12.548 desa yang belum terjangaku sinyal telekomunikasi. Pembangunan besar  perlu kerjasama besar agar tujuan dapat tercapai. Menyiasati hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate membagi tugas agar pembangunan 3.435 desa ditanggung oleh para operator seluler. Sisanya, 9.113 desa ditanggung oleh BAKTI Kominfo.

"Kami masuk di wilayah 3T. Wilayah tersebut memang tidak masuk untuk para operator seluler. Dari aspek bisnis tidak bisa masuk. Pemerintah hadir untuk memastikan seluruh desa dipastikan ada sinyal," katanya.

CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib menyambut baik kolaborasi ini. (Dok. Metro TV)
CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib menyambut baik kolaborasi ini. (Dok. Metro TV)

FYI, hingga 2020, sudah 1.209 desa yang terjangkau sinyal telekomunikasi. Selanjutnya, pihaknya pemerintah bakal melakukan pembangunan infrastruktur digital di 7.904 desa hingga 2022 mendatang.

Sementara itu, CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib menyambut baik kolaborasi ini. Kerjasama ini merupakan bentuk komitmen dari Media Group dalam menjalankan peran untuk menyosialisasikan apa yang sudah dikerjakan pemerintah dalam menyediakan dan menghadirkan jaringan internet di wilayah 3T, Millens.

"Wilayah tersebut, seperti Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, NTT, dan Natuna bukan wilayah yang mudah secara demografi. Kami melihat komitmen yang luar biasa untuk menciptakan akses internet di seluruh wilayah Indonesia," ujar Mirdal.

Kalau tertarik menjadi saksi upaya pemerataan pembangunan sarana komunikasi di daerah 3T, kamu bisa menyaksikan BAKTI untuk Negeri yang tayang setiap Sabtu dan Minggu pukul 06.30 WIB di Metro TV. Program ini telah ditayangkan mulai 30 Juli 2021. Adapun keseluruhan episodenya yaitu 18 episode.

Beberapa wilayah yang sudah didatangi tim ekspedisi BAKTI untuk Negeri yaitu Kalimantan Barat; Sorong, Papua; dan Ranai, Natuna. Untuk selanjutnya, Tim ekspedisi bakal bergerak menuju NTT.

Yuk, saksikan perjalanan Tim ekspedisi yang penuh tantangan tapi juga seru. Ajak juga teman dan keluarga buat nonton, ya Millens. (Med/IB21/E07)