Oknum Polisi yang Hentikan Ambulans di Tebingtinggi Dinonaktifkan Sementara

Oknum Polisi yang Hentikan Ambulans di Tebingtinggi Dinonaktifkan Sementara
Polisi dan supir ambulans yang sempat cekcok dan viral di media sosial. (Tribunnews)

Oknum polisi yang viral karena menghentikan ambulans di Tebingtinggi, Sumatera Utara, dipastikan telah dinonaktifkan sementara dari Satlantas Polres Tebingtinggi. Dia juga akan menjalani sidang disiplin.

Inibaru.id – Beberapa hari terakhir, sebuah video yang menunjukkan seorang oknum polisi yang menghentikan ambulans di Tebingtinggi, Sumatera Utara viral di media sosial. Akibat tindakannya sang oknum kini dinonaktifkan untuk sementara dari Satlantas Polres Tebingtinggi.

Kompas, Minggu (3/11/2019) menulis, kejadian ini berlangsung pada Sabtu (2/11) di Jalan KF Tendean, Tebingtinggi, Sumatera Utara. Kabar tentang penonaktifan ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolres Tebingtinggi, AKBP Sunardi.

“Yang bersangkutan akan diberi pembinaan oleh Sie Propam Polres Tebingtinggi. Nantinya juga akan dilaksanakan sidang disiplin dan berita acaranya akan dikirim ke Bidkum Polda Sumut,” terang AKBP Sunardi.

Hanya saja, Dia nggak bisa menjawab seberapa lama atau kapan sidang disiplin ini akan digelar. “Kalau soal kapan kami belum bisa memastikan karena banyak yang menunggu sidang karena kasus meninggalkan tugas, mangkir, dan lain-lain,” lanjutnya.

Keputusan untuk menonaktifkan Brigadir UMP ini bertujuan memberikan waktu untuk melakukan proses penyidikan. Selain itu, tindakan Brigadir UMP ini dianggap tidak bisa memberikan perlindungan atau pelayanan pada masyarakat.

Sebagai informasi, Sabtu (2/11) sekitar pukul 12.00 WIB, Brigadir UMP terekam video terlibat dalam adu mulut dengan sopir ambulans bernama Zulfan. Ambulans ini sedang membawa pasien dari Rumah Sakit Sri Pamela yang dirujuk ke RSUD Kumpulan Pane, Tebingtinggi.

Brigadir UMP juga tampak berusaha untuk mengambil kunci mobil dari luar jendela. Sang sopir kemudian turun dari mobil dan  mendorong Brigadir UMP yang sepertinya sudah mengambil kunci mobil.

Menurut AKBP Sunardi, hal ini sepertinya terjadi akibat kesalahpahaman. Baik sang sopir ataupun Brigadir UMP sudah ditemukan di Mapolres Tebingtinggi dan sudah saling memaafkan. Sementara pasien yang dibawa dalam ambulans dipastikan selamat hingga tiba di rumah sakit.

Semoga kelalaian dari aparat seperti ini nggak lagi terjadi ya, Millens!. (IB09/E06)