Unik, TPS di Semarang Ini Hadirkan Nuansa Horor

Unik, TPS di Semarang Ini Hadirkan Nuansa Horor
TPS 08 Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. (Kompas.com)

Lokasi TPS yang berdekatan dengan lokasi pemakaman, panitia setempat mendekor TPS dengan aksesori horor. Seperti apa ya?

Inibaru.id – Ada-ada saja ide untuk menyemarakkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini. Setelah Tempat Pemilihan Suara (TPS) bernuansa Piala Dunia di Kabupaten Batang, kini sebuah TPS di RT 07 RW 03 Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang memilih konsep yang nggak kalah unik. Ya, panitia di TPS 7 ini memilih mendekor tempat mereka dengan nuansa horor. Waduh!

Barang-barang menyeramkan seperti boneka pocong, keranda mayat, hingga miniatur kuburan diatur sedemikian rupa. Bahkan, keranda mayat yang dipasang tersebut baru digunakan untuk mengangkat jenazah dua hari yang lalu, lo. Duh, ada yang mau mencoblos nggak ya?

Bruno Krisyanto selaku Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 7 mengatakan tema horor tersebut dipilih karena identik dengan permukiman warga setempat yang berada di pemakaman umum Bergota.

“Konsepnya memang dibikin horor dan menyeramkan biar unik. Warga sini sudah biasa dengan yang horor-horor begitu. Tiap hari kami memang hidup di tengah area pemakaman,” ujar Bruno.

Nggak cukup dengan dekorasi berbau horor, para petugas di TPS pun berdandan ala hantu yang menyeramkan. Ini merupakan bentuk totalitas agar kesan horor kian kuat.

Untuk mendekor TPS horor ini, para warga dan petugas KPPS bahu-membahu mempersiapkan TPS sehari sebelum Pilkada yakni mulai pukul 09.00-18.00 WIB. Kabar tentang TPS horor itu pun menyebar hingga menarik perhatian Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. Perempuan yang akrab disapa Mbak Ita tersebut lantas menyambangi TPS 7 untuk merasakan suasana horor di sana. Pada kesempatan tersebut, Mbak Ita juga mengimbau warga supaya nggak golput.

“Kami berharap warga yang tercatat dalam DPT dapat menggunakan hak pilihnya, kalau bisa jangan sampai golput-lah,” imbaunya.

Wah, kreatif nih! Eh, tapi kira-kira ada yang takut nggak ya? Ha-ha. (IB15/E04)