No Bra Day Bukan Adu Seksi, Tapi Soal Kesadaran Kanker Payudara

No Bra Day Bukan Adu Seksi, Tapi Soal Kesadaran Kanker Payudara
No Bra Day bukan ajang adu seksi. (Flickr/ Roselyn Rosesline)

Tagar No Bra Day di media sosial justru dipenuhi foto-foto seksi. Padahal, kampanye ini seharusnya untuk meningkatkan kesadaran kanker payudara.

Inibaru.id – Setiap tanggal 13 Oktober, dunia memperingati No Bra Day. Secara harafiah, hal ini berarti kampanye untuk nggak memakai bra atau beha di hari tersebut. Tentu saja, kampanye ini menjadi kontroversi. Apalagi banyak orang yang justru menjadikannya sebagai ajang adu seksi.

Di media sosial, tagar NoBraDay selalu viral. Sayangnya, banyak warganet yang justru mengunggah foto-foto seksi. Banyak juga warganet yang mengaku sengaja menanti hari ini karena bisa melihat banyak foto seksi. Padahal, seharusnya No Bra Day bukanlah tentang seksualitas.

Jadi gini, Millens. No Bra Day mulai ramai dikampanyekan pada 2011 silam. Negara yang mengawalinya adalah Amerika Serikat. Hal ini dianggap bisa menyampaikan pesan tentang pentingnya deteksi dini salah satu kanker paling mematikan di dunia, kanker payudara. Berkat media sosial, kampanye ini kemudian viral hingga ke seluruh dunia.

No Bra Day sebenarnya adalah kampanye kesadaran dan deteksi dini kanker payudara. (Flickr/Marco Verch)
No Bra Day sebenarnya adalah kampanye kesadaran dan deteksi dini kanker payudara. (Flickr/Marco Verch)

Sebenarnya, nggak ada kaitan sama sekali antara penggunaan bra dengan risiko kanker payudara. Memang, masih ada banyak orang yang percaya jika memakai bra, khususnya bra berkawat atau bra yang terlalu ketat bisa memicu penyakit mematikan ini. Namun pakar kesehatan memastikan bahwa mitos-mitos itu nggak benar.

Pemilihan No Bra Day memang sengaja dilakukan karena hal-hal yang terkait dengan seksualitas tentu bisa lebih mudah diperbincangkan banyak orang. Logikanya, semakin banyak orang membicarakannya, kampanye tentang deteksi dini kanker payudara tentu akan berhasil. Sayangnya, hal ini nggak benar-benar terjadi.

Justru, kini kampanye ini jauh lebih lekat dengan seksualitas. Sebagaimana yang terlihat di media sosial, tagar NoBraDay justru lebih didominasi oleh gambar-gambar kaum hawa yang bertelanjang dada. Pesan untuk melakukan deteksi dini kanker payudara justru semakin tenggelam.

Lantas, apakah ada manfaat melepas bra? Bagi kaum hawa, sesekali melakukannya ternyata juga ada manfaatnya bagi kesehatan, lo. Para ahli bahkan menyarankan mereka untuk nggak memakainya saat tidur agar peredaran lancar dan melepas ketegangan di bahu dan punggung.

Tapi, mengingat hari ini adalah No Bra Day, mari kita kembali ingatkan tentang pentingnya melakukan deteksi dini kanker payudara. Kamu bisa kok mempelajari tentang SADARI (Periksa Payudara Sendiri) untuk melakukannya, Millens. (Det/IB09/E05)