Nilai Ekonomi Digital Indonesia Terbesar di Asia Tenggara

Nilai Ekonomi Digital Indonesia Terbesar di Asia Tenggara
Ride-hailing di Indonesia tumbuh signifikan. (Liputan6)

Pertumbuhan e-commerce dan ride-hailing di Indonesia berdampak besar pada ekonomi digital Asia Tenggara. Indonesia bahkan menyumbang 40 persen pada nilai ekonomi digital Asia Tenggara.

Inibaru.id – Indonesia dinobatkan Google sebagai negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Ekonomi digital Indonesia tumbuh dengan valuasi mencapai 40 miliar dolar AS atau setara Rp 566,28 triliun. Dengan nilai tersebut, Indonesia menyumbang 40 persen nilai ekonomi digital Asia Tenggara.

Berdasarkan laporan “Swipe up and to the right: Southeast Asia’s $100 billion Internet economy” yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Co, pada tahun ini sektor e-commerce diperkirakan mencapai 21 miliar dolar AS. Sementara itu, sektor ride-hailing yang didominasi jasa pengiriman makanan akan mencapai 6 miliar dolar AS. 

Menurut Managing Director Google Southeast Asia Randy Jusuf, besaran nilai ekonomi digital Indonesia dipengaruhi pertumbuhan sektor ride-hailing dan e-commerce yang signifikan.

“Sektor e-commerce tumbuh 12 kali lipat dari 2015 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 88 persen. Sektor ride-hailing tumbuh 6 kali lipat dari 2015 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 57 persen,” kata Randy seperti ditulis laman CNN Indonesia, Senin (7/10/2019).

Pertumbuhan sektor e-commerce dan ride-hailing diprediksi akan terus berkembang. Perkembangan itu diprediksi bakal diikuti sektor lain seperti agen travel daring, media daring yang meliputi layanan iklan daring, gim daring, serta musik dan video berlangganan.

Pada 2025 nanti, sektor e-commerce diprediksi mencapai angka 82 miliar dolar AS, sedangkan sektor ride-hailing akan mencapai 18 miliar dolar AS. Sektor online travel diprediksi Randy akan tumbuh pesat hingga 19 persen pada tahun ini. Sementara sektor media daring akan mengalami pertumbuhan hingga 56 persen.

Wah, cukup tinggi juga ya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Bagaimana menurutmu, Millens? (MG28/E04)