Niat Baik Berujung Maut, Bocah 8 Tahun Tewas Diterkam Anjing Peliharaan

Ramisya Bagizha, bocah berusia 8 tahun yang tinggal di Jalan Candi Penataran, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, tewas diterkam anjing peliharaan orang tuanya.

Niat Baik Berujung Maut, Bocah 8 Tahun Tewas Diterkam Anjing Peliharaan
Anjing berjenis Pitbul menggigit Ramisya Bagizha (8) hingga tewas. (foto: berkabar.id)

Inibaru.id - Memiliki hewan peliharaan dan merawatnya dengan baik merupakan salah satu sikap baik yang dapat ditiru oleh masyarakat luas. Mengapa demikian? karena dengan memelihara dan merawat hewan peliharaan tersebut dengan baik menunjukkan sikap berbagi kasih sayang tak hanya kepada manusia, tapi juga kepada makhluk lain ciptaanNya yakni hewan.

Kendati demikian, hewan tetap saja saja hewan. Mereka tak memiliki nalar untuk berpikir layaknya manusia. Sejinak apapun hewan peliharaan, pasti sewaktu-waktu mereka akan menampakkan naluri aslinya. Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan dan sikap waspada, terlebih jika pemelihara hewan peliharaan memiliki anak yang belum bisa membedakan bentuk bahaya atu tidak.

Hal ini yang terjadi di malang, Jawa Timur. Peristiawa naas menimpa Ramisya Bazigha (8), yang tinggal di Jalan Candi Penataran, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Putri pasangan Wisnu dan Aniswatin itu tewas karena digigit anjing jenis pitbull di bagian leher saat bermain di rumahnya, Minggu (6/8), sekitar pukul 16.00 WIB

Kabar tersebut mulai ramai diberitakan setelah akun facebook Dadang Depe membagikan informasi tersebut di grup Komunitas Peduli Malang (Asli Malang). Dalam postingannya tersebut Dadang memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.

"Kejadian barusan anak kecil dimakan anjing di jl Candi Sewu," tulis Dadang sore ini.

Seketika, postingan tersebut mengundang banyak perhatian netizen. Tak sedikit pula diantaranya yang menanyakan perihal kebenaran berita tersebut. Namun salah satu netizen dengan akun Aphan membenarkan kejadian tragis tersebut.

"Wes terkondisikan tekan Rjt Komunikasi Satkom Rjt Malang dan jajaran berwajib. Jenazah Korban sudah berada di kamar jenazah RSSA. Info selesai. Thread closed. cc Yoeni Achyar Bayu Firdaus Herry Achmadi," ungkap Aphan di bagian komentar.

Berita tersebut juga dibenarkan oleh pihak polsek setempat. Kapolsek Lowokwaru, Kompol Bindriyo mengatakan, awalnya bocah yang disapa Sasa itu bermain di rumahnya. Tak sengaja mainannya jatuh di dekat kandang anjing pitbul yang dipelihara orangtuanya.

Tak diduga, anjing berwarna putih dan coklat itu tiba-tiba menyerang korban saat hendak mengambil mainannya tersebut. Anjing yang masih dalam kondisi diikat dengan rantai itu langsung mencakar wajah korban dan menggigit lehernya.

“Itu kan anjingnya dirantai di kandangnya. Tahu-tahu (korban) digigit,” ujar Bindriyo seperti yang dilansir dari daring kompas.com.

Pihak keluarga korban yang mengetahui kejadian tersebut, sebenarnya telah berupaya menyelamatkan Sasa dan meminta bantuan kepada tetangga. Namun gigitan anjing yang terlalu kencang menyebabkan korban meninggal. Berdasarkan dugaan, anjing tersebut dalam kondisi stres sehingga menyerang korban.

“Mungkin kondisi stres ya. Saya tidak mengerti ilmunya anjing,” kata dia.

Hingga kini, Polisi tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk kemungkinan adanya kelalaian pihak keluarga dalam kejadian itu. Sementara itu, anjing pitbul yang diperkirakan berusia 4 tahun itu langsung dibawa oleh Unit K-9 Polres Malang Kota. (NA/IB)