Ngunduh Mantu, Tujuh Kereta Kencana Plus Kusirnya Diboyong Jokowi ke Medan

Sebagaimana prosesi pernikahan di Solo, kereta kencana yang sama akan dipakai Jokowi kala “ngunduh mantu” di Medan.

Ngunduh Mantu, Tujuh Kereta Kencana Plus Kusirnya Diboyong Jokowi ke Medan
Presiden Joko Widodo sekeluarga turun dari kereta kencana saat akan melaksanakan prosesi ijab dan resepsi pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11/2017). (Antara/Mohammad Ayudha)

Inibaru.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kembali memakai kereta kencana yang sempat digunakan dalam prosesi pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution di Solo dalam acara “Ngunduh Mantu” di Medan. Kereta kencana beserta kuda poni yang menariknya dikirim dengan truk, sementara para kusirnya dinaikkan bus.

Dilansir dari Kompas.com, Minggu (19/11/2017), tujuh kereta kencana yang dipergunakan keluarga Jokowi kala prosesi ijab dan resepsi pernikahan Kahiyang-Bobby di Graha Saba Buana Solo,pada Rabu (8/11), direncanakan akan kembali digunakan dalam prosesi ngunduh mantu.

"Ada tujuh kereta kencana dengan 14 kuda yang dibawa ke Medan sesuai permintaan keluarga Presiden Jokowi," ujar Sunardi, Minggu (19/11) pagi.

Baca juga:
Selepas Meme dan Karangan Bunga, Tiang Listrik Dibuat Game
Tiga Adat Klasik Jawa dalam Pernikahan Kahiyang

Sunardi merupakan salah seorang kusir kereta kencana yang membawa Bobby Nasution bersama keluarga menuju gedung pernikahan di Graha Saba Buana, Solo, dua pekan lalu.

Ia mengatakan, saat ini dirinya bersama 23 kusir menuju Kota Medan dengan menumpang bus yang disediakan Kodim. Tidak hanya bersama bus yang ditumpangi, menyusul sembilan truk yang mengangkut tujuh kereta kencana dan 14 kuda poni.

"Tadi malam berangkatnya dari Solo," ujar Sunardi.

Soal peran dan acaranya, Sunardi mengaku tidak tahu. Ia bersama tujuh kusir dan 16 kru diminta datang kembali lengkap dengan seragam ke Medan.

Baca juga:
Arti Hari Pernikahan Kahiyang dalam Almanak Jawa
Jokowi Kritik Praktik Politik Tanpa Etika

"Nanti mau dipakai dalam sesi acara apa kami belum tahu," katanya.

Menurut Sunardi, dari delapan kereta kencana yang dipakai di Solo, satu di antaranya tidak dibawa ke Medan.

"Kereta yang tidak dibawa adalah kereta kencana yang dipakai membawa Mbak Kahiyang. Tujuh kereta lainnya dibawa ke Medan," ungkap Sunardi.

Sunardi menambahkan, perjalanan dari Solo ke Medan normalnya memakan waktu empat hari empat malam. Namun, bisa jadi waktu tiba ke Medan lebih cepat lantaran bus dan truk dikawal petugas selama di jalan raya. (GIL/SA)