Nggak Suka Diburu Deadline? Hiduplah di Rondonia yang Nggak Mengenal Konsep Waktu!

Nggak Suka Diburu Deadline? Hiduplah di Rondonia yang Nggak Mengenal Konsep Waktu!
Ada lo orang-orang yang nggak kenal waktu. (Pixabay/Monoar Rahman Rony)

Bagi penduduk suku Amondawa yang tinggal di Rondonia, pedalaman Brasil, nggak ada yang namanya waktu. Karena nggak mengenal konsep waktu, mereka nggak memiliki usia. Terus, gimana ngerayain ulang tahunnya ya? 

Inibaru.id – Waktu adalah uang. Begitu ungkapan yang menggambarkan bahwa setiap detik sama berharganya dengan uang. Tapi, ternyata nggak semua orang di dunia ini yang setuju dengan kalimat itu. Penduduk suku Amondawa di Rondonia yang berada di pedalaman Brazil ini misalnya, nggak  mengenal kata bulan maupun tahun. Kok bisa ya?

Hal ini terungkap setelah sekelompok ilmuwan meneliti di sana. Karena nggak kenal kata bulan dan tahun, otomatis mereka nggak memiliki usia. Kata Profesor Chris Sinha dari Universitas of Portsmouth, orang-orang yang menghuni Hutan Amazon ini membuktikan bahwa konsep waktu nggak universal seperti yang selama ini diperkirakan.

"Untuk orang-orang Amondawa, waktu tidak hadir dalam cara yang sama seperti kebanyakan orang," ujar Sinha.

Dengan adanya penemuan ini, seenggaknya masih ada satu bahasa dan budaya yang belum mempunyai konsep waktu sebagai sesuatu yang bisa diukur, dihitung, atau dibicarakan. Gimana mau membicarakan kalau hal itu nggak eksis?

Eits, bukan berarti suku ini terasing dari waktu. Mereka hanya lebih kenal dengan "kejadian", alih-alih terikat waktu.

Ilustrasi: Sebuah suku di pedalaman Amazon. (Boston)
Ilustrasi: Sebuah suku di pedalaman Amazon. (Boston)

Penelitian ini memakan waktu hingga delapan minggu. Tim peneliti yang terdiri atas ahli bahasa Wany Sampaio dan antropolog Vera da Silva Sinha. Mereka mencari tahu bagaimana orang-orang tersebut menggambarkan konsep waktu seperti "pekan depan" atau "tahun lalu".

Hasilnya, mereka benar-benar nggak mengenalnya. Orang Amondawa hanya tahu siang dan malam serta musim hujan dan musim kering. Lalu, bagaimana cara mereka menggambarkan usia?

Untuk menggambarkan lama kehidupan yang telah mereka jalani, suku ini akan mengubah nama mereka. Misalnya, seorang anak akan memberikan namanya kepada saudara mereka yang baru lahir, sementara dia mencari nama baru.

FYI, suku Amondawa kali pertama bersentuhan dengan "dunia luar" pada 1986 silam. Mereka sebenarnya bukan orang-orang yang tertutup pada peradaban modern, lo. Buktinya, mereka tahu listrik dan televisi, meski masih menjalani hidup yang sederhana. Untuk menghasilkan makanan, mereka berburu, memancing, dan bertani.

Selain itu, banyak anggota suku ini yang kini jarang berkomunikasi dengan bahasa tradisional mereka setelah menggunakan bahasa Portugis.

Di luar keprihatinan pada bahasa daerah mereka yang terancam punah, sepertinya tempat ini cocok buat kamu yang selalu bermasalah dengan waktu atau mager parah. Gimana, mau pindah ke sana nggak nih, Millens? (Oke,Day/IB21/E03)