Nggak Membahas Sanksi, FIFA Justru Tawarkan Bantuan Perbaikan Sepak Bola

Nggak Membahas Sanksi, FIFA Justru Tawarkan
Bantuan Perbaikan Sepak Bola
FIFA nggak pernah membahas sanksi yang kemungkinan diterima Indonesia setelah kerusuhan Kanjuruhan. (Kompas/Imron Hakiki)

Dalam komunikasinya dengan Presiden Jokowi dan PSSI, Presiden FIFA Gianni Infantino nggak membahas tentang kemungkinan sanksi bagi persepakbolaan Indonesia. FIFA justru menawarkan bantuan perbaikan sistem sepak bola di Indonesia.

Inibaru.id - Banyak yang mengira FIFA akan memberikan sanksi terhadap PSSI mengingat tragedi Kanjuruhan yang terjadi awal Oktober lalu memakan ratusan korban jiwa. Namun kenyataannya, sampai hari ini, sanksi yang dikhawatirkan belum ada.

Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto menyebutkan FIFA nggak pernah membahas sanksi yang kemungkinan diterima Indonesia setelah kerusuhan Kanjuruhan dalam komunikasi yang dilakukan bersama federasi sepak bola nasional tersebut.

Iwan menceritakan, PSSI langsung berkabar dengan FIFA sehari setelah terjadinya kerusuhan. Waktu itu, Presiden FIFA Gianni Infantino meminta nomor telepon Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.

 “Sehari setelah kejadian, kami di Kesekjenan PSSI berkomunikasi dengan FIFA. Presiden FIFA Gianni juga berkomunikasi dengan Presiden Jokowi melalui telepon. Itulah hasil komunikasi FIFA dengan kesekjen kami,” ujar Iwan, Kamis (6/10/2022).

FIFA Tawarkan Bantuan

Ilustrasi: FIFA menawarkan bantuan untuk perbaikan sepak bola Indonesia. (Antara/Ari Bowo Sucipto)
Ilustrasi: FIFA menawarkan bantuan untuk perbaikan sepak bola Indonesia. (Antara/Ari Bowo Sucipto)

Dalam komunikasinya bersama FIFA, sejauh ini nggak ada pembahasan terkait kemungkinan sanksi bagi Indonesia. Menurut Iwan, FIFA justru menawarkan bantuan untuk perbaikan sepak bola Indonesia.

“Gianni menyampaikan beberapa tragedi sepak bola di dunia, seperti Heysel yang menyebabkan perkembangan sepak bola di negara tersebut jadi sangat maju. Maka, beliau (Gianni) mendukung penuh Indonesia untuk memulihkan ini,” cerita Iwan.

“Jadi beliau nggak bicara soal sanksi. Bahkan, dia menyatakan akan mendukung secara tim dan finansial apabila dibutuhkan untuk memperbaiki infrastruktur di Indonesia,” katanya.

Stadion Kanjuruhan Jauh dari Standar

Stadion Kanjuruhan Malang masih jauh dari stadion yang menjadi standar FIFA. (Bola/Iwan Setiawan)
Stadion Kanjuruhan Malang masih jauh dari stadion yang menjadi standar FIFA. (Bola/Iwan Setiawan)

Pada kesempatan sebelumnya, hal yang sama pernah diungkapkan oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Dia telah menyampaikan bahwa FIFA akan memberikan pendampingan untuk perbaikan sistem persepakbolaan di Indonesia, baik dari segi keamanan maupun suporter.

Setelah melakukan pengecekan langsung ke Malang, Iriawan menceritakan bahwa Stadion Kanjuruhan masih jauh dari standar FIFA, bahkan dengan stadion milik klub-klub luar negeri.

Belum atau tidak adanya sanksi dari FIFA untuk sepak bola Indonesia semoga dijadikan kesempatan untuk introspeksi diri tentang segala kekeliruan yang menyebabkan terjadinya kerusuhan maut lalu ya, Millens. Kita semua berharap setelah tragedi besar ini sepak bola Indonesia akan berjalan lebih maju dan damai. (Siti Khatijah/E05)  

Artikel ini telah terbit di Medcom dengan judul PSSI: FIFA tidak Bahas Sanksi Indonesia Usai Tragedi Kanjuruhan.