Nggak Mau Ketinggalan, Eks Napi Terorisme Sumbang 1350 Masker untuk Jawa Tengah

Nggak Mau Ketinggalan, Eks Napi Terorisme Sumbang 1350 Masker untuk Jawa Tengah
Ganjar Pranowo menerima masker dari Napiter. (Doc Pemprov)

Mantan Narapidana Terorisme (Napiter) memberi bantuan 1350 masker untuk Jawa Tengah. Atas bantuan ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengucapkan terima kasih.

Inibaru.id - Eks Narapidana Terorosime (Napiter) menyumbangkan bantuan untuk masyarakat Jawa Tengah. Bantuan tersebut antara lain dalam bentuk 1350 masker dan merupakan hasil buatan para napiter yang tergabung dalam Yayasan Gema Salam

Bantuan masker tersebut diterima oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo beserta Wakilnya, Taj Yasin Maimoen di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (13/4).

Joko Tri Harmanto alias Jack Harun menuturkan kalau bantuan masker tersebut merupakan bentuk kepedulian Yayasan Gema Salam dalam membantu program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengampanyekan penggunaan masker.

Napiter tergabung dalam Yayasan Gema. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Napiter tergabung dalam Yayasan Gema. (Inibaru.id/ Audrian F)

“Harapannya ini bisa membantu masyarakat agar tetap menaati peraturan pemerintah untuk mengenakan masker," ujarnya di depan Ganjar. Yayasan Gema Salam merupakan wadah bagi mantan napiter di Jawa Tengah yang didukung oleh Bapas Surakarta dan Yayasan Prasasti Perdamaian.

Sebanyak 1.350 masker tadi terdiri dari 1000 masker dari kain kaus dan 350 dari kain batik. Semuanya buatan Yayasan Gema Salam. Haru mengatakan kalau anggota yayasan saling bahu-membahu, baik dari penyediaan bahan hingga menjahit

“1.000 masker itu satu pekan, sehari bisa 100 masker," jelasnya

1350 masker yang diterima oleh Ganjar Pranowo. (Doc. Pemprov)<br>
1350 masker yang diterima oleh Ganjar Pranowo. (Doc. Pemprov)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berterima kasih atas bantuan yang diberikan tersebut. Gerakan masker itu ternyata nggak berhenti tetapi masuk dan mengusik pikiran orang-orang untuk selalu menjaga dan menyehatkan.

“Terpenting adalah ketulusan hati, niat yang baik, dan ini bagian dari sakitnya bangsa, sakitnya negara, deritanya rakyat, kita semua menanggung bersama," katanya.

Selain dari Yayasan Gema Salam, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menerima bantuan dari Grup Cimory, United Bike, dan PT Pesona Wisata Jateng berupa 1.500 APD dan 5.000 botol susu untuk tenaga medis. Ada juga bantuan 2.000 hand sanitizer dari PT Kosmetika Tama Super Indah.

"Bantuan ini pasti sangat membantu, khususnya bagi tenaga medis yang berada di benteng terakhir, mereka harus berjuang, nyawa dipertaruhkan, dan tidak bisa menemui orang yang disayang," kata Ganjar.

Wah semoga semakin banyak yang perhatian pada tenaga medis ya, Millens. (IB28/E05)