Nggak Mau Rugi, Pria Asal NTT Gugat Mantan Pacar Kembalikan Uang Selama Pacaran

Nggak Mau Rugi, Pria Asal NTT Gugat Mantan Pacar Kembalikan Uang Selama Pacaran
Pria tuntut mantan pacarnya pasca diputuskan. (WinNetNews)

Setelah hubungan cintanya terputus, seorang pria dari NTT menggugat mantan pacarnya untuk mengembalikan semua biaya pacaran selama 3 tahun.

Inibaru.id - Putus cinta mungkin bisa membuat orang bersedih, bahkan bisa membuat seseorang betindak di luar dugaan. Salah satunya yang dilakukan oleh pria asal NTT, Alfridus Arianto. Lantaran hubungan asmaranya bersama Fransiska Noli Lolin kandas, Alfridus menggugat mantan pacarnya itu.

Tiga tahun bersama, hubungan keduanya harus putus di tengah jalan. Merasa dirinya telah dirugikan, Alfridus menuntut Fransiska untuk mengembalikan semua biaya yang telah dia keluarkan semala menjalin kasih. Yap, kamu nggak salah baca, Millens. Dilansir dari Detik via website PN Maumera pada Kamis (1/8), gugatan tersebut sudah didaftarkan dan mengantongi nomor 9/Pdt.G.S/2019/PN.Mme.

"Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya. Menyatakan demi hukum perbuatan Tergugat adalah merupakan perbuatan melawan hukum kepada Penggugat. Menyatakan hukum, akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh terggugat, pengugat menderita kerugian Rp 40.825.000," demikian gugat Alfridus.

Gugatan oleh Alfridaus ini didaftarkan pada 24 Juli 2019. Saat ini sidang sudah memasuki tahap mediasi.

"Menghukum Tergugat untuk membayar uang paksa sebesar Rp 1 juta per hari setiap kali Tergugat lalai memenuhi isi putusan sejak putusan bersifat tetap sampai dengan terlaksana oleh Tergugat," tuntut Alfridus.

Sang tergugat yakni Fransiska mengaku cukup kaget dengan gugatan tersebut. Pasalnya uang yang dikeluarkan oleh kekasihnya bukanlah uang utang-piutang, tetapi sebagai pengeluaran tanda kasih sayang terhadapnya.

Sesuai perkembangan yang ada, meski masih berjalan namun sidang ditunda dan akan dilanjutkan pada Jumat (2/8).

Duh, ada-ada saja ya Millens kelakuan warga di negara berflower ini. (IB28/E05)