Nggak Hanya Adi, Warga Asal Gorontalo Ini Juga Pernah Banting Motor Saat Ditilang

Nggak Hanya Adi, Warga Asal Gorontalo Ini Juga Pernah Banting Motor Saat Ditilang
Tak terima ditilang, seorang pria asal Gorontalo banting motor miliknya. (Youtube)

Ada-ada saja kelakuan masyarakat Indonesia. Aksi rela hancurkan motornya sampai remuk karena nggak terima ditilang polisi, rupanya bukan pertama kalinya terjadi. Berikut ulasannya.

Inibaru.id – Seorang pemuda bernama Adi Saputra (21) asal Tangerang kini tengah menjadi sorotan publik karena aksi "unboxing scoopy-nya" viral di sosial Media. Dalam video tersebut memperlihatkan Adi yang tengah mengamuk dan membanting motor Honda Scoopy karena ditilang oleh polisi.

Padahal, penilangan tersebut bukan tanpa alasan loh, Millens. Menurut Bripka Oky, Adi ditilang karena melawan arus, nggak menggunakan helm, dan nggak dapat menunjukkan SIM dan STNK dengan dalih tertinggal di rumah. Adi yang nggak terima ditilang, lantas meluapkan emosi dengan menghancurkan motor Scoopy yang dia tunggangi.

Ternyata, kejadian seperti ini bukan yang pertama kalinya terjadi di Indonesia. Sebelumnya, kejadian membanting motor juga pernah terjadi di Kota Gorontalo dan dilakukan oleh sepasang istri suami.

Kronologinya, saat itu pasangan istri suami tengah melintas di persimpangan Jalan JA Katili dan Jalan Tirtonadi pada Kamis (27/12/2018). Mereka diberhentikan polisi karena nggak mengenakan helm saat berkendara. Mereka juga nggak bisa menunjukkan surat-surat berkendara ketika diminta.

Pasangan suami istri itu pun langsung ditilang oleh Ajun Inspektur Satu Polisi Alex Talipi yang saat itu bertugas. Namun, mereka nggak terima ditilang polisi dan lantas mengamuk dengan cara melempar-lempar sepeda motornya sendiri. Kejadian tersebut menjadi tontonan banyak orang. Bahkan beberapa warga sampai ikut menenangkan pria tersebut.

Kendati demikian, Aiptu Alex Talipi berhasil menenangkan amukan sang suami dan tetap mengamankan motornya dan dijadikan sebagai barang bukti pelanggaran lalu lintas di Direktorat Lalu Lintas Polda Gorontalo.

Liputan6.com, Jumat (28/12),  menulis, Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono mengatakan, hal itu merupakan pelanggaran dan tetap ditindak.

"Saya sangat menyayangkan hal ini terjadi. Masyarakat harus tahu polisi lalu lintas berada di jalan itu merupakan salah satu bentuk pelayanan terhadap masyarakat. Saya berharap seluruh masyarakat untuk tetap menaati seluruh peraturan lalu lintas demi keselamatan kita bersama," ungkap Wahyu Tri.

Hmm, semoga nggak ada lagi aksi banting-bantingan motor ya, Millens. Kan sayang? He he (IB07/E05)