Nggak Bisa Langsung Pulang, WNI Eks ISIS Ternyata Harus Melalui Penanganan Khusus

Kepulangan eks-ISIS ke Tanah Air kembali memunculkan kabar terbaru. Kali ini Polri angkat bicara.

Nggak Bisa Langsung Pulang, WNI Eks ISIS Ternyata Harus Melalui Penanganan Khusus
Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Kompas.com)

Inibaru.id - Rencana pemulangan eks-simpatisan ISIS yang masih di Suriah terus menuai kabar terbaru. Kali ini tanggapan datang dari Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Dia berkata kalau akan ada penilain khusus terhadap individu yang akan dipulangkan.

"Prosesnya itu melalui proses assessment yang begitu clear, karena sebagian besar untuk warga Indonesia yang berada di pengungsian diantara perbatasan Suriah dan Iraq itu wanita," katanya di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

Penilaian atau assessment itu diperuntukan agar mengetahui seberapa jauh individu tersebut terpapar radikalisme. Menurut Dedi, perempuan eks-ISIS butuh penanganan khusus dalam program deradikalisasi. Salah satu alasannya karena perempuan memiliki tingkat militansi yang tinggi.

"Maka yang ditangankan khusus kasus-kasus yang perempuan, demikian juga yang di BNPT juga sama untuk deradikalisasi untuk perempuan dan anak yang nangani juga perempuan karena chemistry-nya dapat," ujarnya.

Dia juga menambahkan, program deradikalisasi itu wajib diikuti semua anggota eks-ISIS yang kembali ke Indonesia. Sebab, kalau saja nggak mau mengikuti program tersebut, nggak hanya Indonesia, bahkan seluruh negara dunia juga nggak mau menerimanya.

"Bahkan ada beberapa negara di Amerika dan Eropa mencabut hak kewarganegaraannya, karena kalau sudah dewasa itu tingkat terpapar paham radikalisme yang ekstrem itu akan sulit untuk mengikuti program deradikalisasi," jelasnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan kesiapannya memimpin tim untuk memulangkan keluarga mantan anggota ISIS dari Suriah. Nah, sedangkan untuk pelaksanaannya nanti menanti putusan dari pemerintah.

"Keputusan belum ada, tapi kami sudah mulai melihat dan menginventarisasi berbagai hal terkait masalah itu," kata Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius di Jakarta, Selasa (10/7).

Dia menuturkan, sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam penanggulangan terorisme di Indonesia, BNPT akan memberikan saran terhadap pemulangan anggota keluarga yang pernah menguikuti ISIS.

Kamu setuju nggak kalau mereka kembali ke tanah air, Millens? (IB28/E05)