Nggak Bergelimang Harta, Sultan Ini yang Termiskin di Dunia

Nggak Bergelimang Harta, Sultan Ini yang Termiskin di Dunia
Jamalul Kiram III, sultan termiskin di dunia dari Kesultanan Sulu. (AFP/Jay Directo)

Nggak bergelimang harta, istana kesultanannya juga seadanya saja. Seperti apa ya kisah Jamalul Kiram III, sultan termiskin di dunia dari Kesultanan Sulu?

Inibaru.id – Kalau berbicara tentang sultan, yang terpikir pertama tentu adalah orang yang berkuasa dan bergelimang harta. Tapi, status ini ternyata nggak selalu benar, lo, Millens. Ada sultan yang ternyata hidup seperti orang biasa. Dia adalah Jamalul Kiram III, seorang laki-laki yang sering disebut sebagai sultan termiskin di dunia.

Gelar ini nggak didapatkan asal klaim. Jamalul benar-benar mendapatkan gelar bangsawan dari Kesultanan Sulu yang kini berada di bawah pemerintahan Filipina. Namun, meski berstatus pimpinan kesultanan, dia tinggal di sebuah rumah berlantai dua yang sangat sederhana di sebuah desa dekat dengan Manila, bukannya di istana yang megah.

Memang, di rumah tersebut, kamu bisa melihat plakat bertuliskan ‘Kesultanan Sulu dan Kalimantan Utara’. Ada juga peta wilayah yang menunjukkan wilayah kekuasaan Kesultanan Sulu. Sayangnya, plakat dan peta tersebut sangat kontras dengan kondisi ‘istana’ yang sangat apa adanya.

Jamalul Kiram III saat berada di istana kesultanannya. (AP Photo/Aaron Favila)
Jamalul Kiram III saat berada di istana kesultanannya. (AP Photo/Aaron Favila)

Hal ini disebabkan oleh masa kejayaan Kesultanan Sulu yang memang sudah berlalu. Dia nggak mendapatkan warisan apapun dari sultan-sultan sebelumnya. Bahkan, Jamalul memiliki utang yang cukup banyak. Utang ini berasal dari kampanye politiknya yang gagal total pada 2007 silam.

Saat itu, Jamalul ingin maju sebagai senator. Meski didukung oleh presiden Filipina saat itu, Gloria Macapagal Arroyo, nggak banyak orang yang memilihnya.

Meski hidup apa adanya dan terlilit utang, Jamalul tetap memiliki ambisi tinggi untuk kembali mengembalikan masa kejayaan Kesultanan Sulu. Dia nggak pernah lelah menjelaskan wilayah kekuasaan kesultanannya yang mencapai Sabah, Malaysia. Memang, dalam sejarah, Sabah diberikan oleh Sultan Brunei sebagai hadiah bagi Kerajaan Sulu. Tapi, saat Federasi Malaysia dibentuk pada 1963, wilayah ini justru dimasukkan Inggris dalam wilayah Malaysia.

Jamalul tutup usia pada 20 Oktober 2013 di usia 75 tahun. Hingga akhir hayat, dia nggak mampu melihat Kesultanan Sulu kembali bangkit. Menariknya, sengketa terkait dengan wilayah Sabah ternyata kini dilanjutkan oleh Presiden Filipina terkini, Rodrigo Duterte, meski secara dialog.

Kisah yang cukup unik tentang seorang sultan, ya Millens? (Boo/IB09/E05)