Nggak Ada Jembatan, Warga Gorekan Lor, Gresik Bawa Jenazah Lewati Sungai

Nggak Ada Jembatan, Warga Gorekan Lor, Gresik Bawa Jenazah Lewati Sungai
Jenazah dibawa menyebrang sungai. (Istimewa)

Sebuah video yang diduga diambil di Dusun Gorekan Lor, Desa Cermenlerek, Kecamatan Kedamean, Kebupaten Gresik viral. Pasalnya, dalam video tersebut memperlihatkan perjuangan sejumlah warga desa yang membawa jenazah melewati sungai karena ketiadaan jembatan. Kepala Desa dan Camat pun ikut angkat bicara.

Inibaru.id - Foto dan video warga membawa jenazah melewati sungai di Dusun Gorekan Lor, Desa Cermenlerek, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik viral di Instagram dan Facebook. Dalam video tersebut warga bergotong-royong menyeberangkan jenazah melewati Kali Lamong dengan menggunakan ban bekas.

Jenazah itu diketahui bernama Kasti (71). Menurut keluarganya, dia wafat pada Rabu (2/12/2020) sekitar pukul 20.30 WIB. Rencananya, esoknya langsung dimakamkan.

"Kamis (3/12) sekitar pukul 09.30 WIB, jenazah baru dimakamkan," ujar Suwono keluarga dari Kasti.

Sungai itu dilewati untuk mencapai pemakaman yang ada di seberang desa. Cara itu ditempuh karena belum ada jembatan. Padahal debit air Kali Lamong sedang tinggi karena musim hujan dan diketahui arus cukup deras.

Sebetulnya di Dusun Gorekoan Lora ada dua makam. Satu dekat dusun dan satu lagi yang harus melewati sungai tadi. Namun masalahnya yang di dekat dusun jika musim penghujan nggak bisa dipakai karena tergenang luapan Kali Lamong. Mau nggak mau mereka hanya bisa menggunakan makam yang satu lagi meski harus dengan nyemplung ke sungai.

Warga bergotong-royong membawa jenazah. (Istimewa)<br>
Warga bergotong-royong membawa jenazah. (Istimewa)

"Tanah makam yang digali terus keluar air. Makanya, kalau warga Gorekan Lor meninggal pada musim hujan dan Kali Lamong meluap, pemakamannya harus menyeberangi Kali Lamong dengan cara dihanyutkan dengan ban bekas," papar dia.

Suwono juga mengungkapkan kalau hal ini sudah berulang kali diadukan ke Pemkab. Namun hingga kini belum ada respon.

Sementara Kades Cermenlerek, Moch Suhadi menjelaskan jika Pemkab Gresik telah menyetujui pembelian tanah yang akan digunakan sebagai TPU baru namun memang sedang tertunda.

"Tanahnya sudah ada, sudah dilakukan survei juga ke lokasi. Tapi karena ada Pandemi Covid-19, maka pembelian lahan yang seharusnya dilakukan tahun ini menjadi mundur," kata Suhadi, Jumat (4/12/2020).

Camat Kedamean, Arifin menuturkan permintaan warga Gorekan Lor untuk meminta jembatan sebetulnya dibatalkan oleh Pemkab. Pasalnya di situ nggak ada pemukiman. Hanya penghubung ke makam saja.

"Opsi pembangunan jembatan itu sudah tidak ada karena Pemkab melalui Dinas Pertanahan lebih memilih opsi untuk membelikan lahan TPU baru bagi warga Dusun Gorekan Lor. Kalau dibangun jembatan nantinya akan terkena revitalisasi Kali Lamong," katanya.

Kata Arifin, pemerintah desa setempat sudah memberi solusi jika ada warga Gorekan Lor yang meninggal di musim penghujan bisa dimakamkan di TPU Gorekan Kidul yang tanpa harus melalui sungai. Namun imbauan itu nggak diindahkan karena ada warga yang ingin makamnya dekat dengan keluarganya.

Hm, rumit juga ya permasalahan ini, Millens. (IB28/E05)