Nenek Moyang Orang Inggris Ternyata Berkulit Gelap

Nggak cuma berkulit gelap, nenek moyang orang Inggris, Cheddar Man, juga diperkirakan memiliki rambut keriting, mata biru, dan bentuk wajah yang sangat berbeda dari penduduk Inggris modern. Kok bisa?

Nenek Moyang Orang Inggris Ternyata Berkulit Gelap
Hasil rekonstruksi Cheddar-man, nenek moyang orang Inggris. (The Daily Beast)

Inibaru.id – Dikenal luas sebagai negara dengan mayoritas penduduknya berkulit cerah, kebanyakan orang berpikir nenek moyang orang Inggris juga memiliki kulit yang cerah. Namun, hasil penelitian DNA pada tulang-belulang nenek moyang orang Inggris, Cheddar Man, mengungkap fakta mengejutkan. Penelitian pada fosil berumur 10 ribu tahun itu ternyata memiliki warna kulit gelap, berambut keriting, dan bermata biru.

Sebelumnya, sekitar seabad silam, tulang-belulang Cheddar Man ditemukan di dalam Gua Gough, Somerset. Cheddar Man diyakini hidup hingga usia 20 tahun dan menjadi awal mula masyarakat Inggris modern. Setidaknya, 10 persen orang berkulit putih di Inggris adalah keturunannya.

Kompas.com, Kamis (8/2/2018) menulis, pemimpin penelitian dari Natural History Museum and University Profesor Ian Barnes mengatakan, Cheddar Man memiliki kombinasi wajah yang jauh berbeda dengan orang Inggris modern.

“Tak hanya berkulit hitam dan bermata biru, bentuk wajahnya sangatlah berbeda dengan orang-orang Inggris yang kita lihat sekarang,” ucapnya.

Baca juga:
Tanpa Kembang Api, Tahun Baru Imlek Solo Tetap Meriah
Pakai Visa Turis buat Manggung, Dua Pelawak Indonesia Diadili di Hong Kong

Dia dan rekannya, Dr Selina Brace, mengambil data DNA dari bubuk tulang yang didapatkan dari tulang telinga dalam yang dibor sedalam dua milimeter. Setelahnya, tulang tengkorak Cheddar Man juga dipindai 3D oleh Alfons dan Adrie Kennis, pakar rekonstruksi mamalia dan manusia purba.

Detail hasil penelitian DNA kemudian ditambahkan pada hasil pemindaian ini selama tiga bulan dan jadilah rekonstruksi bentuk muka dari Cheddar Man yang dianggap sesuai dengan aslinya.

“Sangat menyenangkan karena bisa merekonstruksi manusia yang lebih elegan. Apalagi selama ini kita penasaran bagaimana wujud Cheddar Man yang hidup setelah Zaman Es,” ucap Alfons.

Hasil penelitian DNA juga mengungkap fakta bahwa Cheddar Man rupanya termasuk dalam kelompok manusia yang berburu dan meramu dari Barat, orang yang pada Zaman Mesolitikum berasal dari wilayah yang kini adalah Spanyol, Luksemburg, dan Hungaria.

Namun, besar kemungkinan nenek moyang dari Cheddar Man berasal dari Timur Tengah yang bermigrasi ke Eropa setelah Zaman Es.

Baca juga:
Nikmatnya Makan Pecel Lele di Tengah Banjir Jakarta
Sustainable Design Masjid Santrendelik Semarang Masuk Jogja Vienna Young Architecture Exhibition 2018

Hasil rekonstruksi ini membuktikan bahwa nenek moyang suatu bangsa nggak selalu sama persis dengan rupa manusia di masa kini.

“Kebanyakan orang berpikir bahwa tampilan fisik menjadi ciri bahwa kita berasal dari negara atau bangsa tertentu. Padahal, dalam realitanya kita semua adalah imigran," ungkap Alfons, "Bisa jadi, mereka yang kita sebut imigran karena datang ke negara kita sebenarnya memiliki nenek moyang yang sama dengan kita.”

Wah, wah, benar nih, Om Alfons! Hm, kalo nenek moyang orang Indonesia kira-kira seperti apa ya, Millens? (AW/GIL)