Nasi Sudah Jadi Bubur, Warganet Terus Serang Media Sosial RT Sewakul Meski Sudah Minta Maaf

Nasi Sudah Jadi Bubur, Warganet Terus Serang Media Sosial RT Sewakul Meski Sudah Minta Maaf
Ilustrasi virtual bullying.  (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Purbo, selaku ketua RT Dusun Sewakul mungkin nggak pernah membayangkan dirinya bakal jadi bulan-bulanan warganet usai berita dan video yang memperlihatkan dirinya menolak jenazah perawat Covid-19 beredar luas. Meski sudah memberikan klarifikasi dan meminta maaf, hujatan itu belum berhenti.

Inibaru.id - Tampaknya insiden penolakan jenazah perawat yang terinfeksi Covid-19 oleh warga Dusun Sewakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat berbuntut panjang. Sebagian orang menganggap penolakan itu sebagai tindakan yang jauh dari nilai kemanusiaan dan membuat geram warganet. Kemarahan ini diluapkan kepada RT Sewakul, Purbo.

Mereka ramai-ramai menyerang Purbo melalui media sosial. Purbo dianggap bertanggung jawab atas peristiwa penolakan tersebut. Dari pengamatan Inibaru.id hampir semua akun yang menyerbu melayangkan hujatan, makian, dan serapah. Melalui kolom komentar, mereka bahkan mengaku sudah "bersilaturrahmi" pada Purbo melalui Whatsapp.

Purbo sebetulnya sudah memberikan klarifikasi dan meminta maaf di hadapan DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) pada Jumat (10/4), Millens. Dia menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi saat itu.

Namun usaha Purbo untuk meredam amarah warganet gagal. Komentar kasar nggak kunjung berhenti dia terima. 

Purbo (memakai jersey) meminta maaf atas kejadian penolakan jenazah perawat RSUP Kariadi yang dinyatakan positif Covid-19. (Tribun)<br>
Purbo (memakai jersey) meminta maaf atas kejadian penolakan jenazah perawat RSUP Kariadi yang dinyatakan positif Covid-19. (Tribun)

Seorang warganet bahkan tanpa ragu menyebarkan nomor pribadi Purbo di kolom komentar akun Instagram Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan mengajak warganet lain mengkontak nomor tersebut.

Melalui akun Facebook, Purbo kemudian kembali mengunggah video klarifikasi. Kali ini ada seseorang yang merekam pernyataannya secara langsung di rumahnya. Tapi, masih saja belum mempan.

Warganet nggak segan melayangkan hujatan melalui media sosial. (Inbaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Warganet nggak segan melayangkan hujatan melalui media sosial. (Inbaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Kecaman ini cukup membuat Purbo geram lantaran dia merasa hanya melakukan apa yang diminta warganya.

“Lanjutkan terus caci maki dan sumpah serapahmu. Allah lebih tahu yang sebenarnya,” tulisnya di akun Facebook.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lewat unggahan video di akun Instagramnya berkata kalau menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh warga Dusun Sewakul. Dia menjelaskan kalau jenazah korban Covid-19 nggak berbahaya dan wajib diterima. Terlebih ini adalah perawat.

“Saya akan terus berkoordinasi dengan Kepala Daerah baik dengan bupati atau wali kota agar pemakaman korban Covid-19 tidak terkendala,” pungkasnya.

Sudah ya, jangan diserang lagi. Itu lo Ganjar bakal beri sosialisasi biar kejadian ini nggak terulang lagi. (IB28/E05)