Naik 2,67 Juta! Berapa Total Pengangguran di Indonesia?

Naik 2,67 Juta! Berapa Total Pengangguran di Indonesia?
Ilustrasi - Jumlah pengangguran di Indonesia meningkat. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Gara-gara terdampak pandemi Covid-19, jumlah pengangguran di Indonesia naik 2,67 juta. Jadi, berapa ya total jumlah pengangguran di Tanah Air sekarang?

Inibaru.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap jumlah pengangguran yang bertambah dengan signifikan sebagai dampak dari pandemi Covid-19 di Indonesia. Peningkatan angka ini nggak main-main, Millens, karena mencapai 2,67 juta orang!

Sri mengungkap fakta ini dalam konferensi pers Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) KITA di Jakarta, Senin (23/11/2020). Berdasarkan keterangannya, jumlah pengangguran awalnya hanya 7,1 juta orang. Namun selama pandemi naik jadi 9,77 juta orang. Peningkatannya dari 5,23 persen jadi 7,07 persen.

“Tingkat pengangguran akibat Covid-19 meningkat 2,67 juta orang,” terang Sri.

Meski jumlah pengangguran meningkat, ada kabar baik, yakni selama Agustus 2019 sampai Agustus 2020, jumlah angkatan kerja baru juga meningkat sebanyak 2,36 juta orang. Meski begitu, dampak Covid-19 memang sangat berpengaruh pada dunia kerja mengingat jumlah lapangan kerja menurun jumlahnya sebanyak 0,31 juta.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan kondisi angkatan kerja di Indonesia. (Pinterpolitik)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan kondisi angkatan kerja di Indonesia. (Pinterpolitik)

Sri juga menyebut 29,12 juta angkatan kerja terdampak pandemi Covid-19. Dari total mereka yang terdampak, 2,56 juta di antaranya kini berstatus pengangguran. Sebanyak 0,7 juta orang ternyata bukan angkatan kerja, 1,77 juta orang saat ini nggak bekerja untuk sementara, dan yang paling banyak adalah 24 juta orang bekerja dengan jam kerja yang lebih sedikit.

“Kondisi ini jelas mempengaruhi kesejahteraan mereka. Kita nggak bisa diam dan harus menyelesaikannya,” lanjut Sri.

Pandemi dan meningkatnya angka pengangguran berimbas pada menurunnya tingkat kesejahteraan warga jadi 10,96 persen. Memang, adanya bantuan sosial (bansos) bisa menurunkannya dengan signifikan jadi 9,69 persen. Namun, tetap saja hal ini harus ditangani.

Selain penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat, ternyata Sri Mulyani juga menyebut masyarakat kini mulai mengalihkan pekerjaan dari sektor formal ke sektor informal. Hal ini dicerminkan dari penurunan angka masyarakat yang bekerja di sektor formal dari 44,12 persen menjadi 39,53 persen.

“Jumlah pekerja informal naik dari 55,8 persen jadi 60,4 persen,” jelas Sri.

Semoga saja masalah pandemi ini bisa segera dikendalikan sehingga angka pengangguran bisa segera diturunkan ya, Millens. (Pik/IB09/E05)