Musikus Keroncong Legendaris Mus Mulyadi Tutup Usia

Musikus Keroncong Legendaris Mus Mulyadi Tutup Usia
Mus Mulyadi meninggal dunia. (Kompas/Iwan Setiyawan)

Penyanyi keroncong Mus Mulyadi dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (11/4/2019). Mus diketahui menderita diabetes sejak 2009 dan sempat dibawa ke rumah sakit sebelum meninggal.

Inibaru.id – Indonesia kembali kehilangan seorang musikus legendaris. Penyanyi keroncong Mus Mulyadi dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (11/4/2019). Mus menghembuskan napas terakhir di usia 73 tahun.

Putra Mus Mulyadi Erick Haryadi menyampaikan kabar duka ini melalui akun Instagramnya @erick_mus, Kamis (11/4) pagi.

"Selamat jalan papa. Papa udah enggak sakit lagi. Maafin aku yang belum bisa membahagiakan papa. Papa sudah bersama Bapa di surga. Amin," tulis Erick.

Laman Medcom, Kamis (11/4/2019), menulis, sejak 2009, Mus Mulyadi menderita diabetes. Penyakit ini kemudian kian memperburuk kondisi kesehatan musikus kelahiran Surabaya itu.

Bapak dua anak ini juga sempat dilarikan ke rumah sakit setelah kadar gula dalam darahnya tinggi. Sebelum meninggal, Mus sempat mengatakan kondisinya mulai pulih dan makan sarapan. Namun, nggak lama kemudian, Mus Mulyadi menghembuskan napas terakhir.

Sepanjang kariernya di dunia musik, Mus dikenal dengan lagu-lagu keroncongnya sehingga dijuluki Buaya Keroncong atau The King og Keroncong. Dia turut menjadi bagian dari sejarah berdirinya Irama Puspita, band asal Surabaya yang beranggotakan tiga perempuan. Sejumlah lagu keroncong yang populer dibawakannya adalah Dinda Bestari, Kota Solo, Telomoyo, dan Jembatan Merah.

Selamat jalan, Buaya Keroncong Indonesia. Karya-karyamu tak lekang oleh zaman. (IB07/E04)