Musical.ly Bakal Dilebur dengan Tik Tok

Musical.ly Bakal Dilebur dengan Tik Tok
Tik Tok dan Musical.ly bakal digabung. (Wartaegov.com)

Dirasa memiliki misi yang sama, dua aplikasi video populer, Musical.ly dan Tik Tok akan digabung. Begini penjelasan Bytendance Technology.

Inibaru.id – Dua aplikasi di bawah Bytendance Technology, Musical.ly dan Tik Tok bakal segera digabung. Aplikasi yang sama-sama menghadirkan fitur untuk membuat dan berbagi video pendek diiringi lagu-lagu terkenal itu digabung untuk menciptakan platform baru yang berbasis secara global.

Kompas.com, Kamis (2/8/2018), menulis Co-Founder Musical.ly sekaligus Senior Vice President Tik Tok Alex Zhu mengatakan penggabungan ini dilakukan lantaran kedua platform video itu memiliki misi yang sama yakni membentuk komunitas yang memungkinkan setiap orang dapat menjadi creator.

"Kami ingin menangkap kretivitas dan ilmu pengetahuan di bawah nama baru. Menggabungkan Musical.ly dan TikTok adalah hal yang lumrah terjadi, apalagi keduanya memiliki misi yang sama," ungkap Alex.

Dengan digabungkannya Musical.ly dan Tik Tok, pengguna Musical.ly nantinya bakal dialihkan ke Tik Tok yang memiliki jumlah pengguna lebih besar.

Aplikasi Musical.ly kali pertama muncul pada 2014. Tiga tahun kemudian aplikasi itu diakuisisi Bytendance Technology. Sementara itu, Tik Tok baru diperkenalkan pada 2016.

Kendati Musical.ly muncul terlebih dahulu, penggunanya tidak lebih banyak dari Tik Tok. Pengguna Musical.ly hanya mencapai 100 juta pengguna aktif pada Juni 2018, sedangkan Tik Tok memiliki 500 juta pengguna aktif pada bulan yang sama.

Tik Tok lebih diminati karena memiliki fitur yang lebih interaktif dengan sejumlah efek khusus yang menjadi andalannya. Sebut saja efek hair drying, shaking, dan shivering yang bisa dipakai sembari memutar lagu hip-hop, stiker 3D, dan berbagai fitur canggih lainnya.

Kendati serupa, basis pengguna Musical.ly dan Tik Tok berbeda secara demografis. Musical.ly lebih populer di kalangan remaja Amerika dan Eropa. Sementara itu, Tik Tok populer di remaja wilayah Asia.

Walaupun pernah menjadi aplikasi yang kontroversial hingga diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika, Tik Tok tetap menjadi aplikasi yang digemari masyarakat Indonesia terutama kalangan remaja.

Semoga aplikasi gabungan nanti dapat menghadirkan performa yang lebih baik dan lebih berkualitas ya, Millens. Salam Tetew. Ha-ha. (IB13/E04)